<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Zulhaiban&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://zulhaiban.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zulhaiban.wordpress.com</link>
	<description>SELAMA AKU MASIH DIBERIKAN KEKUATAN UNTUK SELALU BERJALAN MAKA AKU AKAN JALAN DI REL KEBENARAN DENGAN SINARAN PETUNJUK DARI YANG KUPINTA KEPADA TUHAN</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 11:18:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='zulhaiban.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/bb406607d49bbfb720a32975204ca1f0?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Zulhaiban&#039;s Weblog</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://zulhaiban.wordpress.com/osd.xml" title="Zulhaiban&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://zulhaiban.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>30 Kesalahan dalam Shalat</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2012/01/29/30-kesalahan-dalam-shalat-2/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2012/01/29/30-kesalahan-dalam-shalat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 10:52:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFORMASI]]></category>
		<category><![CDATA[RENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[30 kesalahan dalam shalat]]></category>
		<category><![CDATA[kelalaian dalam shalat]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan dalam shalat]]></category>
		<category><![CDATA[lalai shalat]]></category>
		<category><![CDATA[perkara shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat yang salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[“Sesungguhnya yang petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat. Jika Shalatnya baik, maka baikpula seluruh amalan ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu.” (HR. An Nasa’I : 463) Banyak orang yang lalai dalam shalat, tanpa sengaja melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak diketahuinya, yang mungkin bisa membuat amalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=151&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><strong><span style="color:#000000;">“Sesungguhnya yang petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat. Jika Shalatnya baik, maka baikpula seluruh amalan ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu.”</span></strong></em><br />
<em><strong><span style="color:#000000;">(HR. An Nasa’I : 463)</span></strong></em></p>
<p><span style="color:#000000;">Banyak orang yang lalai dalam shalat, tanpa sengaja melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak diketahuinya, yang mungkin bisa membuat amalan shalatnya tidak sempurna. Kelalaian tersebut yaitu :</span><em><strong><span style="color:#000000;"><span id="more-151"></span></span></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">1. Menunda–nunda Shalat dari waktu yang telah ditetapkan</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#000000;">Hal ini merupakan pelanggaran berdasarkan firman Allah عزوجل </span><span style="color:#000000;">, “Sesungguhnya Shalat suatu kewajiban yang telah ditetapkan waktunya bagi orang-orang beriman”. (QS. An-Nisa : 103)</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">2. Tidak Shalat berjamah di masjid bagi laki-laki</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/category/informasi/'>INFORMASI</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/category/renungan/'>RENUNGAN</a> Tagged: <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/30-kesalahan-dalam-shalat/'>30 kesalahan dalam shalat</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/kelalaian-dalam-shalat/'>kelalaian dalam shalat</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/kesalahan-dalam-shalat/'>kesalahan dalam shalat</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/lalai-shalat/'>lalai shalat</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/perkara-shalat/'>perkara shalat</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/shalat/'>shalat</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/shalat-yang-salah/'>shalat yang salah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=151&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2012/01/29/30-kesalahan-dalam-shalat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Parpol Kendaraan Rakyat</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/10/07/parpol-kendaraan-rakyat/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/10/07/parpol-kendaraan-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 19:12:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI_QU]]></category>
		<category><![CDATA[Forkomparpol]]></category>
		<category><![CDATA[Parpol Kendaraan Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Pasca perdamaian rakyat Aceh mengharapkan sebuah perubahan terhadap seluruh aspek kehidupan yang menyangkut kebutuhan dan keinginan rakyat. Era baru ini haruslah menjadi pintu masuk sekaligus momentum dalam menata ulang Aceh dari keterpurukan paska konflik dan tsunami. Untuk itu dibutuhkan sebuah keseriusan dari seluruh pemangkuh kebijakan maupun partai politik sendiri sebagai penyambung lidah rakyat serta pejuang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=117&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pasca perdamaian rakyat Aceh mengharapkan sebuah perubahan terhadap seluruh aspek kehidupan yang menyangkut kebutuhan dan keinginan rakyat. Era baru ini haruslah menjadi pintu masuk sekaligus momentum dalam menata ulang Aceh dari keterpurukan paska konflik dan tsunami. Untuk itu dibutuhkan sebuah keseriusan dari seluruh pemangkuh kebijakan maupun partai politik sendiri sebagai penyambung lidah rakyat serta pejuang atas kepentingan dasar rakyat.</p>
<p>Harus di fahami bahwa Aceh telah melakukan transisi dalam bingkai reintegrasi secara politik, hal ini ditunjukan dari lahirnya calon independent dan berdirinya partai politik lokal. Kembali lagi mengulas pengharapan. Dimana hadirnya partai politik lokal membawa dinamika perpolitikan di Aceh menjadi berbeda dengan daerah atau provinsi lainnya di Indonesia. Dinamika juga akan mengarah pada perebutan suara konstituen, berkaitan daripada itu partai politik di tuntut lebih serius memperjuang hak-hak dasar rakyat yang di tuangkan dalam bentuk program kerja partai bercerminkan platform partai.</p>
<p><span id="more-117"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/category/opini_qu/'>OPINI_QU</a> Tagged: <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/forkomparpol/'>Forkomparpol</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/parpol-kendaraan-rakyat/'>Parpol Kendaraan Rakyat</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/partai-politik/'>Partai Politik</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=117&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/10/07/parpol-kendaraan-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Run&#8230; Run&#8230; Run&#8230;</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/05/02/run-run-run/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/05/02/run-run-run/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 17:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISI SASTRAWI]]></category>
		<category><![CDATA[Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Salju]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Lari dan Lari&#8230; Ku Kejar Kau Wahai Siputih&#8230; Tanpa Lelah Hingga Ku Raih&#8230; Ku Kembali Berlari&#8230; Geliat Liarmu Membuat Ku Letih&#8230; Tapi, Tetap Ku Semagat Coba Tuk Dapati&#8230; Kau Seperti Salju&#8230; Polos dan Putih&#8230; Liar dan Digemari&#8230; Dipuji Bak Bidadari&#8230; Dipublish Dari Zaman Hingga Kini&#8230; Tak Hanya Priai&#8230; Permaisuri Pun Menyukai&#8230; Wahai Kau Siputih&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=101&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Lari dan Lari&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ku Kejar Kau Wahai Siputih&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa Lelah Hingga Ku Raih&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ku Kembali Berlari&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Geliat Liarmu Membuat Ku Letih&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, Tetap Ku Semagat Coba Tuk Dapati&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kau Seperti Salju&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Polos dan Putih&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Liar dan Digemari&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Dipuji Bak Bidadari&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Dipublish Dari Zaman Hingga Kini&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tak Hanya Priai&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Permaisuri Pun Menyukai&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai Kau Siputih&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Datang dan Jamahlah Aku Para Lelaki&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">By : Zulhaiban</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/category/puisi-sastrawi/'>PUISI SASTRAWI</a> Tagged: <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/putih/'>Putih</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/salju/'>Salju</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=101&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/05/02/run-run-run/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/05/02/perempuan/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/05/02/perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 16:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISI SASTRAWI]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Sudah Lama Tak Ku Dengar Bisikan Rayuan Darimu, Wahai Perempuan&#8230; Pita Suaramu, yang Bernada Mengiringi Suara Gitarku, Hilang Dibawa Bersama Angin&#8230; Wahai Perempuan, Maukah Kau Mencoba Kembali Merayu dan Menyanyi Bersamaku&#8230;??? Malam Sendiri&#8230; (Zulhaiban) Filed under: PUISI SASTRAWI Tagged: Perempuan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=98&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sudah Lama Tak Ku Dengar Bisikan Rayuan Darimu, Wahai Perempuan&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Pita Suaramu, yang Bernada Mengiringi Suara Gitarku, Hilang Dibawa Bersama Angin&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai Perempuan, Maukah Kau Mencoba Kembali Merayu dan Menyanyi Bersamaku&#8230;???</p>
<p style="text-align:justify;">Malam Sendiri&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">(Zulhaiban)</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/category/puisi-sastrawi/'>PUISI SASTRAWI</a> Tagged: <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/perempuan/'>Perempuan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=98&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/05/02/perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seorang Tua Renta</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/04/30/seorang-tua-renta/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/04/30/seorang-tua-renta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 20:29:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI_QU]]></category>
		<category><![CDATA[RENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[Senja]]></category>
		<category><![CDATA[Tua Renta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Terbujur kaku jasad seorang wanita miskin di ruang bangsal rumah sakit megah di kota ku. Tak ada sanak atau famili yang menjenguk sesosok tua legam nan hitam tersebut. Dia sendiri seakan tak memiliki seorangpun didunia. Impus yang menggantung dengan jarum yang ditusukkan ditangan, membuat dia terlihat lusuh. Sedih, tanpa semangat diraut wajah tergambar sempurna dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=92&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Terbujur kaku jasad seorang wanita miskin di ruang bangsal rumah sakit megah di kota ku. Tak ada sanak atau famili yang menjenguk sesosok tua legam nan hitam tersebut. Dia sendiri seakan tak memiliki seorangpun didunia.</span></p>
<div id="attachment_95" class="wp-caption alignleft" style="width: 211px"><a href="http://zulhaiban.files.wordpress.com/2010/04/menatap-senja1.jpg"><img class="size-medium wp-image-95 " title="menatap-senja" src="http://zulhaiban.files.wordpress.com/2010/04/menatap-senja1.jpg?w=201&#038;h=300" alt="" width="201" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">http://www.pasarkreasi.com</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Impus yang menggantung dengan jarum yang ditusukkan ditangan, membuat dia terlihat lusuh. Sedih, tanpa semangat diraut wajah tergambar sempurna dengan tetesan airmata yang membasahi wajah legamnya itu. seorang tua yang tak mempunyai anak dan famili diwaktu usia renta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Tatapan kosong, diarahkannya kepada ku saat menjeguk teman yang orangtuanya juga sakit. Ku balas tatapan tersebut dengan senyuman, dan kembali senyuman dilemparkannya kepada ku. Seraya bibirnya berucap yang tanpa terdengar, Ia berbicara “nak duduk sini nak, temani Ibu yang sendiri”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p><span id="more-92"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Oleh : Zulhaiban</span></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/category/opini_qu/'>OPINI_QU</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/category/renungan/'>RENUNGAN</a> Tagged: <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/senja/'>Senja</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/tua-renta/'>Tua Renta</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=92&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/04/30/seorang-tua-renta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulhaiban.files.wordpress.com/2010/04/menatap-senja1.jpg?w=201" medium="image">
			<media:title type="html">menatap-senja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Pembentukan Material</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/02/20/teknik-pembentukan-material/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/02/20/teknik-pembentukan-material/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 11:46:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[JORNAL ILMIAH]]></category>
		<category><![CDATA[Pembentukan Material]]></category>
		<category><![CDATA[Prinsip Dasar Pembentukan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/2010/02/20/teknik-pembentukan-material/</guid>
		<description><![CDATA[Prinsip dasar pembentukan logam : melakukan perubahan bentuk pada benda kerja dengan cara memberikan gaya luar sehingga terjadi deformasi plastis, contoh : pengerolan, tempa, ekstrusi, penarikan kawan, penarikan dalam, dll. Proses pemebentukan logam dengan pengerjaan Teknik pengecoran, Teknik pembentukan, Teknik permesinan, Teknik pengelasan, merupakan proses yang mengubah bentuk benda kerja. Proses pengerjaan panas, digunakan pemanasan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=61&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Prinsip dasar pembentukan logam : melakukan perubahan bentuk pada benda kerja dengan cara memberikan gaya luar sehingga terjadi deformasi plastis, contoh : pengerolan, tempa, ekstrusi, penarikan kawan, penarikan dalam, dll.</p>
<p>Proses pemebentukan logam dengan pengerjaan Teknik pengecoran, Teknik pembentukan, Teknik permesinan, Teknik pengelasan, merupakan proses yang mengubah bentuk benda kerja.</p>
<p>Proses pengerjaan panas, digunakan pemanasan, dimaksudkan untuk memudahkan terjadinya deformasi plastis dalam pengerjaannya dan tidak untuk mencairkan logam benda kerja.<span id="more-61"></span></p>
<p>Tujuan proses pembentukan logam :<br />
1.	mengubah bentuk benda kerja menjadi bentuk yang diinginkan.<br />
2.	memperbaiki sifat logam dengan jalan memperbaiki struktur mikronya, misalnya dengan menghomogenkan dan menghaluskan butir, memecah dan mendistribusikan inklusi, menutup rongga cacat cor-an, serta memperkuat logam dengan mekanisme pengerasan regangan.</p>
<p>Proses pembentukan logam, yg diklasifikasikan dengan berbagai cara, yaitu dikarenakan :<br />
1.	berdasarkan daerah temperature pengerjaan<br />
2.	berdasarkan jenis gaya pembentukan<br />
3.	berdasarkan bentuk benda kerja<br />
4.	berdasarkan tahapan produk</p>
<p>Klasifikasi berdasarkan temperature pengerjaan :<br />
1.	Proses pengerjaan panas : proses pembentukan yang dilakukan pada daerah temperature rekristalisasi logam yang diproses. Akibat konkretnya ialah logam bersifat lunak pada temperature tinggi. Keuntungannya : bahwa deformasi yang diberikan kepada benda kerja dapat relative besar, hal ini dikarenakan sifat lunak dan sifat ulet pada benda kerja, sehingga gaya pembentukan yang dibutuhkan relative kecil, serta benda kerja mampu menerima perubahan bentuk yang besar tanpa retak.<br />
2.	Proses pengerjaan dingin : proses pembentukan yang dilakukan pada daerah temperature dibawah temperature rekristalisasi, pada umumnya pengerjaan dingin dilakukan pada suhu temperature kamar, atau tanpa pemanasan. Pada kondisi ini, logam yang dideformasi terjadi peristiwa pengerasan regangan. Logam akan bersifat makin keras dan makin kuat, tetapi makin getas bila mengalami deformasi, bila dipaksakan adanya suatu perubahan bentuk yang besar, maka benda kerja akan retak akibat sifat getasnya. Keunggulan : kondisi permukaan benda kerja yang lebih baik dari pada yang diproses dengan pengerjaan panas, hal ini dikarenakan tidak adanya proses pemanasan yang dapat menimbulkan kerak pada permukaan. Contoh, proses penarikan kawat, dan pembentukan pelat.</p>
<p>Klasifikasi berdasarkan gaya pembentukan :<br />
1.	pembentukan dengan tekanan, contoh tempa, pengerolan, ekstrusi, pukul putar.<br />
2.	pembentukan dengan tekanan dan tarikan, contoh : penarikan kawat, pipa, penarikan dalam, dan penipisan dinding tabung.<br />
3.	pembentukan dengan tarikan, contoh : tarik regang, ekspansi.<br />
4.	pembentukan dengan tekukan, contoh : proses tekuk, proses rol tekuk.<br />
5.	pembentukan dengan geseran.</p>
<p>Klasifikasi berdasarkan bentuk benda kerja :<br />
1.	pembentukan benda kerja masif atau pejal, ciri : terjadinya perubahan tebal pada benda kerja secara maksimal, atau mencolok selama diproses.<br />
2.	pembentukan benda kerja pelat, ciri : tebal dianggap tetap, karena perubahan tebal sangat kecil, tetapi perubahan bentuk tertentu saat dideformasi.</p>
<p>Klasifikasi berdasarkan tahapan produk :<br />
1.	proses pembentukan primer, proses ini menghasilkan produk setengah jadi. Contoh : pelat dan profil dari bahan baku berupa ingot, slab dan billet.<br />
2.	proses pembentukan sekunder, proses lebih lanjut yang dihasilkan oleh proses primer, atau proses final. Contoh, penarikan kawat, penarikan dalam, dan pembuatan pipa dan plat.</p>
<p>Secara makrokopis, deformasi dapat dilihat sebagai perubahan bentuk dan ukuran. Deformasi dibedakan atas deformasi elastis dan plastis. Deformasi elastis, perubahan bentuk yang terjadi bila ada gaya yang berkerja, serta akan hilang bila bebannya ditiadakan (benda akan kembali kebentuk dan ukuran semula). Deformasi plastis, perubahan bentuk yang permanen, meskipun bebannya dihilangkan.</p>
<p>Mekanisme deformasi secara mikro. Secara mikro, perubahan bentuk baik deformasi elastis maupun plastis disebabkan oleh bergesernya kedudukan atom-atom dari tempatnya semula. Pada deformasi elasitis adanya tegangan akan menggeser atom-atom ke tempat kedudukannya yang baru, dan atom-atom tersebut akan kembali ke tempatnya yang semula bila tegangan tersebut ditiadakan. Jarak pergeseran atom secara elastis, yaitu tidak kuran dari 0,5%. Pada deformasi plastis, atom-atom yang bergeser menempati kedudukannya yang baru dan stabil, meskipun beban (tegangan) dihilangkan, atom-atom tersebut tetap berada pada kedudukan yang baru. Model pergeseran atom-atom tersebut disebut slip.</p>
<p>Mekanisme slip.<br />
Atom-atom logam tersusun secara teratur mengikuti pola geometris yang tertentu. Adanya tegangan geser yang cukup besar, maka atom akan bergeser dan berpindah serta menempati posisinya yang baru. Bidang-bidang atom yang jaraknay berjauhan adalah yang kerapatan atomnya tinggi. Maka, bidang slip adalah bidang yang rapat atomnya tinggi. Pergeseran atom-atom ini juga mempunyai arah, yang disebut arah slip.</p>
<p>Hubungan antara deformasi dengan teori dislokasi.<br />
Dislokasi yaitu, cacat bidang atau cata garis yang mempermudah terjadinya slip. Dengan demikian adanya dislokasi akan menurunkan kekuatan logam. Hal ini disebabkan adanya tegangan geser. Dislokasi yang mencapai permukaan luar dapat diartikan menimbulakan suatu deformasi, dalam skala mikroskopis. Dislokasi dibedaka atas 2 jenis, secara model ekstrem :<br />
1.	dislokasi sisi, (garis dislokasi tegak lurus terhadap vektor slipnya, dan arah gerakan dislokasi searah dengan vektor Burgernya).<br />
2.	dislokasi ulir, (garis dislokasi searah dengan vektor Burger, arah gerakan dislokasi tegak lurus terhadap vektor Burger).</p>
<p>Pengaruh pengerjaan dingin terhadap sifat logam adalah, deformasi akan menyebabkan naiknya kekerasan, naiknya kekuatan, tatapi disertai dengan turunyanya keuletan. Untuk mengembalikan logam kesifat semula (lunak dan ulet) perlu dilakukan proses pemanasan terhadap benda kerja yang telah mengalami pengerjaan dingin.<br />
Pengaruh pemanasan setalah pegerjaan dingin, perubahan sifat akibat pemanasan tergantung pada temperatur dan waktu pemanasan. Prinsip dasarnya ialah bahawa pemanasan terhadap benda kerja yang telah mengalami deformasi akan menurunkan kerapatan dislokasinya.  Pemanasan pada daerah yang dibawah temperatur rekristalisasai akan menyebabkan dua hal :<br />
1.	terjadinya gerakan dislokasi difusi yang disebut gerakan memanjat (climb).<br />
2.	adanya pengaturan kembali susunan dislokasi yang tadinya kurang teratur menajdi lebih teratur. Peristiwa ini disebut poligonisasi.</p>
<p>Pengaruh deformasi terhadap temperatur rekristalisasi. Temperatur rekristalisasi, yaitu pada mulai terjadinya nukleasi inti-inti baru, bukanlah suatu titik yang tetap sebagimana halnya titik cair logam. Deformasi menyebabkan kenaikan energi dalam pada logam, yaitu dalam bentuk kerapatan dislokasi yang lebih tinggi.</p>
<p>*Proses pembentukan selalu diberikan gaya pembentukan agar deformasi plastic terjadi. Gaya apa saja yang menghasilkan deformasi plastic dan berikan contohnya !<br />
Dalam grafik tegangan-regangan terdapat yang namanya batas luluh (yield strength). Deformasi elastis berada dibawah batas luluh, sedangkan untuk deformasi plastis berada/melawati batas luluh suatu material. Sedangkan pengertian batas luluh (Titik  Luluh/Yield  Point) adalah batas dimana material akan terus mengalami deformasi tanpa adanya penambahan beban. Gaya yang menghasilkan deformasi plastis adalah dilakukannya pembakaran dengan temperature pengerjaan, baik panas maupun dingin serta perlakuan terhadap material dengan gaya tarik, dan gaya tekan. Pipa jenis API 5L dimana yield strengthnya (kekuatan luluh) adalah 52000 psi yang artinya karakter elastis pada material tersebut adalah  52000 psi.</p>
<p>*Mekanisme deformasi logam dalam kaitannya dengan teknik pembentukan logam, Deformasi dapat dilihat sebagai perubahan bentuk dan ukuran, secara makroskopis. Perubahan tersebut dibedakan atas deformasi elastis dan deformasi plastis. Sedangkan, hakekat proses pembentukan logam adalah menggusahakan deformasi plastis yang terkontrol, namun dalam berbagai hal pengaruh deformasi elastis cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan begitu saja. Dari penjelasan awal diatas, dapat dijelaskan mekanisme deformasi logam dalam kaitannya dengan teknik pembentukan logam, yaitu : Perubahan bentuk, secara mikro, baik deformasi elastis maupun deformasi plastis, disebabkan oleh bergesernya kedudukan atom-atom dari tempatnya yang semula.</p>
<p>*Pengaruh temperatur terhadap sifat mekanik material dalam proses pengerjaan panas, dikarenakan temperatur dan waktu pemanasannya. Kekuatan dan keuletan logam yang telah dideformasi dapat diukur dengan mengubah kondisi pemanasannya. Logam yang dikerjakan dengan pengerjaan dingin, akan bersifat keras dan kuat, tetapi relatif getas. Sedangkan pengerjaan panas pada logam akan bersifat lunak dan ulet, proses ini disebut dengan ”fully annealed”.</p>
<p>*Hubungan deformasi dengan dislokasi :<br />
a. Akibat adanya tegangan, maka dislokasi akan bergerak menuju permukaan luar, sehingga terjadi deformasi.<br />
b. Selama bergerak, dislokasi – dislokasi tersebut bereaksi satu dengan yang lainnya. Hasil reaksinya ada yang mudah bergerak dan ada pula yang sukar bergerak.<br />
c. Hasil reaksi yang sukar bergerak justru akan berfungsi sebagai sumber dislokasi baru, sehingga kecepatan dislokasi akan bertambah (dari 106 : 108 dislokasi per cm2 dapat naik menjadi 1010 :1011 dislokasi per cm2 ).<br />
d. Akibat naiknya kerapatan dislokasi, maka gerakan dislokasi akan lebih sulit akibat makin banyaknya hasil reaksi yang sukar bergerak.<br />
e. Akibat nyata dari sukarnya gerakan dislokasi adalah naiknya kekuatan logam.</p>
<p>1. Kenapa proses penempaan logam sangat banyak diaplikasikan di Industri, dikarenakan logam memiliki ketangguhan (tough) serta sifat bahan yang “ulet” (ductile) sehingga dapat dibentuk melalui proses penempaan. Proses tempa juga memiliki keunggulan berupa kekuatan dan ketangguhan yang lebih baik dibanding dengan proses lainnya, sehingga sangat cocok untuk membuat komponen yang aplikasinya handal terhadap tegangan yang tinggi ( highly stress ). Keuntungan dari operasi penempaan lainnya yaitu struktur kristal yang halus dari logam, tertutup lubang-lubang, waktu pemesinan yang menyebabkan meningkatnya sifat-sifat fisis.<br />
Bagaimana proses penempaan digunakan di Industri, proses penempaan dilakukan dengan cara menaikkan temperature dan tekanan yang bertujuan untuk menambah kekuatan ikatan antar benda yang akan digabungkan.<br />
2.	Perbedaan antara penempaan dengan cetakan terbuka dan cetakan tertutup :<br />
Penempaan dengan cetakan terbuka, dilakukan diantara dua cetakan datar atau cetakan yang bentuknya sangat sederhana. Penempaan cetakan terbuka digunakan pada pembentukan awal benda kerja untuk penempaan cetakan tertutup.<br />
Sedangkan penempaan dengan cetakan tertutup, benda kerja dibentuk diantara dua pasang cetakan yang akan menghasilkan bentuk akhir yang diinginkan. Benda kerja dibentuk dibawah tekanan tinggi dalam suatu rongga tertutup, dan demikian dapat dihasilkan produk yang mempunyai dimensi yang ketat. Pada penempaan cetakan tertutup, semula bilet-bilet tempa diatur pinggirannya agar dapat diletakkan di tempat yang tepat untuk proses penenmpaan berikutnya.<br />
3. Pemahaman saya tentang penempaan metalurgi serbuk,, adalah penempaan yang menggunakan serbuk metal (powder) yang dimana logam lebih tercampur secara homogeny dalam pemaduaan beberapa material yang tidak sama dan lebih mampu untuk mengendalikan porositas.<br />
4.  Mengapa proses pengerolan sangat banyak digunakan di Industri.<br />
Rolling adalah proses pembentukan logam dengan cara menggiling logam tersebut di antara dua atau lebih rol-rol penggiling yang berputar. Penggunaan rolling dalam dunia Industri dikarenakan, sebuah kemudahan dalam proses pengerjaan untuk mengurangi ketebalan logam dan kemudahan dalam membentuk suatu logam. Rolling Mill bisa dilakukan dengan pengerjaan panas maupun pengerjaan dingin. Mesin pembentukan rol terdiri dari pasangan rol yang secara progresif memberi bentuk pada lembaran logam yang diumpankan secara continue. Salah satu akibat dari proses dari pengolahan adalah penghalusan butir yang disebabkan rekristalisasi. Struktur yang kasar, kembali menjadi struktur memanjang akibat pengaruh penggilingan. Pada proses pengerolan suatu logam, ketebalan logam mengalami deformasi terbanyak. Adapun lebarnya hanya bertambah sedikit. Pada operasi pengerolan, keseragaman suhu sangat penting karena berpengaruh pada aliran logam dan plastisitas. Proses pengerjaan panas dengan pengerolan ini biasanya digunakan untuk membuat rel, bentuk profil, pelat dan batang. Keuntungan dari pengerolan adalah benda kerja memiliki strength tinggi, biaya cost produksi lebih rendah dan laju produksi lebih tinggi dibanding dengan proses cuttin<br />
5.  Perbedaan antara pengerolan panas dan pengerolan dingin.<br />
Pengerjaan panas ialah proses pembentukan logam di atas dari suhu rekristalisasi. Pada proses pengerjaan ini tidak terjadi kenaikan tegangan lulur, kekerasan dan penurunan keuletan bahan, contohnya Shape Rolling dan Rolling Forging Shape Rolling yang umumnya mengerjakan bagian-bagian yang kecil, misalnya ulir dan dikerjakan pada pengerjaan panas. Sedangkan pengerolan dingin logam berada dibawah suhu rekristalisasi, pengerolan logam dengan proses seperti ini menggunakan gaya yang lebih besar dari pengerolan panas. Biasanya, pengerolan dingin dilakukan pada baja karbon rendah, contoh Rolling Forging yang dikhususkan pada pengerjaan dingin dan bagian yang besar.<br />
Roll Bending biasanya digunakan untuk membentuk silinder. Bentuk-bentuk lengkung atau lingkaran dari pelat logam.</p>
<p>1.	Kriteria Luluh :<br />
Suatu logam terdeformasi merupakan hal yang penting dari proses pembentukan logam, menuju deformasi plastis. Secara umum, titik luluh  tergantung pada material berhubungan dengan mobilitas geser dari atom-atom.<br />
Kriteria luluh dalam proses pembentukan logam, secara umum adalah peristiwa penyusunan kembali atom-atom atau molekul secara permanen. Penyusunan kembali atom-atom ditandai dengan adanya tegangan luluh, (yield) yaitu tegangan dimana logam mulai terdeformasi plastis, yang merupakan salah satu sifat material yang sensitive terhadap mikrostruktur. Pada logam khususnya, kekuatan luluh tergantung pada susunan-susunan atom di dalam Kristal dan mekanisme deformasi geser yang terjadi.<br />
Fakta penting dari kriteria luluh, adalah tidak boleh tergantungnya sumbu atau orientasi bidang terhadap bahan isotropis. Artinya, kriteria luluh haruslah merupakan fungsi invariant tegangan yang tidak tergantun pada pilihan sumbu atau bidang orientasi yang kita pilih. Untuk logam ulet (ductile) terdapat dua buah kriteria luluh yang penting, yaitu Kriteria Von Mises dan Kriteria Tresca.<br />
2.	Kriterial luluh Tresca :<br />
Teori Tegangan Geser Maksimum, atau Tresca berisi bahwa luluh akan terjadi pada saat tegangan geser maksimum (terbesar) mencapai nilai kritisnya. Criteria luluh tresca tidak semata-mata tergantung pada nilai tegangan normal, tetapi tergantung pada tegangan geser maksimum yang dihasilkan oleh suatu system tegangan tertentu.<br />
Kriteria luluh tresca dengan mudah dijelaskan menggunakan lingkaran Mohr dari suatu system tegangan. Peluluhan akan tergantun pada ukuran dari lingkaran Mohr, tidak pada posisinya.<br />
3.	Kriteria luluh Von Mises :<br />
Pada tahun 1913 Von Mises mengajukan pendapatnya bahwa luluh pada system tegangan yang kompleks akan terjadi pada saat deviator kedua dari invariant tegangannya melewati suatu nilai kritis tertentu. Persamaan ini adalah persamaan matematis yang ternyata konsisten dengan fakta empiris. Hasil percobaan menunjukkan bahwa material yang bersifat anisotropis, kriteria luluh tidak tergantung pada sumbu atau orientasi bidang, atau dengan kata lain merupakan suatu fungsi invarian dari tegangan.<br />
Sedangkan, Hencky (1924) memberikan tafsir persamaan matematis yang telah diajukan oleh Von Mises tersebut. Hencky mengajukan pendapatnya bahwa luluh akan terjadi pada saat energi distorsi atau energi regangan geser dari material mencapai suatu nilai kritis tertentu. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa energi distorsi adalah bagian dari energi regangan total per unit volume yang terlibat di dalam perubahan bentuk. Bagian lain adalah bagian yang berhubungan dengan perubahan volume.<br />
4.	Perbedaan Antara Kriteria Luluh Tresca Dengan Kriteria Von Mises :<br />
Perbandingan/perbedaan keduanya secara umum dapat dilihat dari superposisi lokus luluh untuk kedua kriteria tersebut. Walaupun pada beberapa titik kedua kurva tersebut saling berhimpit, tampak bahwa titik-titik luluh untuk Tresca lebih kecil nilainya pada titiktitik yang lain jika dibandingkan dengan Von Mises. Dengan selisih terbesar pada keadaan tegangan geser murni, yaitu sebesar 115.5%.<br />
Secara umum di dalam konteks desain, dapat dikatakan bahwa kriteria Tresca lebih bersifat konservatif, karena memprediksi luluh pada nilai yang sama atau lebih rendah dari pada criteria Von Mises. Atau dengan kata lain, di dalam desain, di mana tidak diharapkan terjadi luluh, kriteria Tresca lebih memberikan ’jaminan’. Namun sebaliknya, di dalam proses pembentukan logam, di mana yang diharapkan adalah deformasi plastis, terlihat bahwa kriteria Von Mises akan lebih memberikan kepastian.</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/category/jornal-ilmiah/'>JORNAL ILMIAH</a> Tagged: <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/pembentukan-material/'>Pembentukan Material</a>, <a href='http://zulhaiban.wordpress.com/tag/prinsip-dasar-pembentukan/'>Prinsip Dasar Pembentukan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=61&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2010/02/20/teknik-pembentukan-material/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“EKSENTRIK, MEMPERTANYAKAN EKSISTENSI TUHAN”</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/11/25/%e2%80%9ceksentrik-mempertanyakan-eksistensi-tuhan%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/11/25/%e2%80%9ceksentrik-mempertanyakan-eksistensi-tuhan%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 06:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[RENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[Eksistensi Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[MAKHLUK ITU BERNAMA MANUSIA. HINA DIKARENAKAN MEREKA HINA, DARI KOTORAN TERCIPTA, YANG MENGINGINKAN SEBUAH KESEMPURNAAN. SERAKAH, SOMBONG, DAN TAK PERCAYA KEPADA PEMBALASAN. TUK HIDUP DIDUNIA, MEREKA TAK MEMBUTUHKAN PENCIPTA, ITULAH MEREKA, YANG TAK PERCAYA EKSISTENSI TUHAN. SEORANG ATHEIS, YANG TAK BERAGAMA, BAHKAN TAK BERTUHAN, MEMILIKI DAN MENDAMBAKAN SEBUAH KEABADIAN. BERLANDASKAN LOGIKA BERFIKIR DAN FILOSOFINYA MEMIKIRKAN [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=57&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAKHLUK ITU BERNAMA MANUSIA. HINA DIKARENAKAN MEREKA HINA, DARI KOTORAN TERCIPTA, YANG MENGINGINKAN SEBUAH KESEMPURNAAN. SERAKAH, SOMBONG, DAN TAK PERCAYA KEPADA PEMBALASAN. TUK HIDUP DIDUNIA, MEREKA TAK MEMBUTUHKAN PENCIPTA, ITULAH MEREKA, YANG TAK PERCAYA EKSISTENSI TUHAN.</p>
<p>SEORANG ATHEIS, YANG TAK BERAGAMA, BAHKAN TAK BERTUHAN, MEMILIKI DAN MENDAMBAKAN SEBUAH KEABADIAN. BERLANDASKAN LOGIKA BERFIKIR DAN FILOSOFINYA MEMIKIRKAN SEGALANYA DARI APA YANG TERCIPTA, LUPA BAHWA MEREKA MANUSIA, YANG KELAK DI TELAN TANAH–TANAH TIAP JENGKAL BUMI JAGAT INI, KARENA MEREKA JUGA CIPTAAN-NYA.</p>
<p>BUDAK MEMILIK MAJIKAN, BURUH MEMILIK SANG TUAN, DAN ANAK JUGA TAK LUPUT DARI ATURAN ORANGTUA. SEMUANYA DIMILIKI OLEH SESORANG, DARI SESEORANG. DIPERTANYAKAN, MANUSIA SELURUH BUMI, MILIK SIAPA KAWAN??? MUNGKIN SEORANG FILOSOF DAPAT BERFIKIR, DARIMANA MEREKA ADA. MAKA, DARI ITU, MEREKA YANG TAK BERAKAL-LAH YANG TAK MEMIKIRKANNYA.<span id="more-57"></span></p>
<p>SEBUAH FENOMENA, DARI PERMUKAAN BUMI YANG DICIPTAKAN. MEREKA-MEREKA YANG TAK MEMPERCAIYAI EKSISTENSI TUHAN. MEREKA SIRNA DENGAN MATERI DAN KEINDAHAN ALAM YANG DICIPTAKAN TUHAN. MEREKA JUGA LUPA, KALAU MEREKA ADALAH CIPTAAN TUHAN. TUHAN TIDAK MEMERLUKAN MAKHLUKNYA BERTEKUK LUTUT, DALAM MENYEMBAH-NYA.</p>
<p>TUHAN JUGA TIDAK MEMERLUKAN ABDI DARI MAKHLUK–MAKHLUK CIPTAA-NYA. TAK KAN HILANG EKSISTENSI TUHAN TANPA MEREKA, YANG TAK MEMPERCAYAINYA. TAK KAN JUGA TUHAN BERSEDIH JIKA MAKHLUK CIPTAAN-NYA MENISTAKAN TUHAN.</p>
<p>TUAN BUKAN TUHAN. YANG KETIKA SAAT BISA BERUBAH MENJADI TUHAN. TUAN BISA BERTUAN, TAPI TUHAN TIDAK BERTUHAN. TUAN MEMBUTUHKAN TUAN, TAPI TUHAN TIDAK MEMBUTUHKAN TUHAN. TUAN YANG MENCOBA MENJADI TUHAN, EKSENTRIK. KARENA TUAN AKAN MATI. JADI, TUAN JANGAN SELALU MEMBANGGAKAN AKAL TUAN, YANG MENYEBABKAN TUAN SOMBONG TERHADAP AKAL TUAN. SEORANG PENCIPTA AKAN LEBIH PINTAR, DARI APA YANG DICIPTAKANNYA.</p>
<p>(FoR; MereKa YaNg MemPerTanYakAn TuHan)</p>
<br />Posted in RENUNGAN Tagged: Eksistensi Tuhan, Tuhan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=57&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/11/25/%e2%80%9ceksentrik-mempertanyakan-eksistensi-tuhan%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UcaPaN ¨SeLaMaT iDuL FiTRi¨ bY : My FriEnDs</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/10/09/ucapan-%c2%a8selamat-idul-fitri%c2%a8-by-my-friends/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/10/09/ucapan-%c2%a8selamat-idul-fitri%c2%a8-by-my-friends/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 15:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[RENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan Lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[M. Falhan Qadhri : Gema Takbir berkumandang dengan sahajanyadiseluruh antero dunia yang menandakan seluruh umat muslim bersukacita menyambut indahnya hari kemenangan. Bersamaan dengan mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk menikmati Hari Idul Fitri. Mari sama-sama kita sematkan di dalam hati dan pikiran untuk saling maaf dan memaafkan. ¨Minal Aidil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=55&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>M. Falhan Qadhri : Gema Takbir berkumandang dengan sahajanyadiseluruh antero dunia yang menandakan seluruh umat muslim bersukacita menyambut indahnya hari kemenangan. Bersamaan dengan mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk menikmati Hari Idul Fitri. Mari sama-sama kita sematkan di dalam hati dan pikiran untuk saling maaf dan memaafkan. ¨Minal Aidil Wal Faidzin¨ mohon maaf lahir dan bathin.</strong></p>
<p><strong>Reza Andriansyah : Bila kata merangkai dusta, Bila langkah membekas lara, BIla hati penuh prasangka, dan Bila tingkah yang menoreh luka,,, maka mohon bukakan pintu maafmu. ¨Selamat Idul Fitri 1430H¨</strong></p>
<p><strong>Faisal Susanto : Terselip khilaf dalam canda, tergores luka dalam tawa, terbesit pilu dalam tingkah laku, tersinggung rasa dalam bicara. Dihari yang suci ini saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1430H, mohon maaf lahir bathin.<span id="more-55"></span></strong></p>
<p><strong>T. Alfa Tommy : Walau jari tak berjabat, hatikan selalu teringat. Walau jarak tak terkira, ikatan bathin tak terputus. Dari jauh ku mohon maaf supaya persahabatan selalu dapat terjalin. Ya Allah, ampunilah saudara ku ini, selamatkanlah ia dan keluarganya dari perbuatan yang sia-sia, bimbinglah ia dalam rahmat dan maghfirah-MU, dan masukkanlah ia kedalam golongan orang-orang yang bertaqwa. ¨Selamat Idul Fitri¨.</strong></p>
<p><strong>Subeni : Wajah qu yang imoet-imoet kadang-kadang juga gak mood. Bibir qu yang indah kadang-kadang berucap salah. Senyum qu yang maniz kadang-kadang berubah sinis. Maka, di hari yang fitri ini ku mohon maaf dari mu sobat.</strong></p>
<p><strong>T. Fachnurzal : Allahuakbar&#8230;Allahuakbar&#8230;Allahuakbar&#8230;Walillah Ilham. Pasoe lam badan ke pageu jiwa, tanda lon gaseh lon tuleh pesan, tanda lon sayang lon ireng do´a. Meu´ah dosa lon duem sekalian. Selamat datang uroe bahagia, mari ta samboet ngen hate senang, salam-salaman beuampon desya.</strong></p>
<p><strong>Zamri : Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Hidup ini idah jika segalanya karena Allah. Dihari Idul Fitri ini, tiada permintaan terindah selain mohon maaf, dan tiada pemberian paling mulia selain memaafkan.</strong></p>
<p><strong>Zulhakiki : Sejak Hp hadir ke bumi, silaturrahmi berganti cara. Dulu syedara saling mengunjungi. Tetapi saat ini SMS dapat mengganti. Pesan dikirim bergoni-goni, ke sana-sini dengan sama berbunyi. Operator Hp senanglah hati, saat ini mereka mempunyai materi berlebih. Tapi ucapan ini ikhlas sekali dari hati untuk syedara. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430H, mohon maaf lahir bathin.</strong></p>
<p><strong>Laina Farsiah : Mengenalmu 1 keindahan. Berteman denganmu 1 kesenangan. SMS denganmu 1 keikhlasan. Bercanda denganmu 1 kebahagiaan. Menyakitimu mungkin tak terhindarkan. Maka dari itu, ku mohon maaf darimu.</strong></p>
<p><strong>Andre : Sunyi tak berarti hilang, diam tak berarti lupa, jauh tak berarti putus, karena ukhuwah selalu ada diantara kita. Minal Aidin walfaizin.</strong></p>
<p><strong>T. Eva Damayanti : Kulihat Ramadhan dari kejauhan. Kudekati lalu kusapa ia. ¨Hendak kemana???¨ Dengan lembut ia berkata, ¨Aku harus pergi, mungkin pergi jauh dan sangat lama. Tolong sampaikan pesanku untuk si MUKMIN, bahwa Syawal akan tiba sebentar lagi. Ajaklah SABAR untuk temani hari-hari dukanya. Peluklah ISTIQOMAH saat dia kelelahan dalam perjalanan TAQWA, bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang. Mintalah nasihat dari QUR´AN dan SUNNAH disetiap masalah yang dihadapi. Sampaikan pula salam dan terimakasih untuknya karena telah menyambutku dengan suka cita. Kelak akan ku sambut ia di SYURGA dari pintu AR-RAYAN&#8230;¨ SELAMAT IDUL FITRI 1430H, MOHON MAAF LAHIR BATHIN.</strong></p>
<p><strong>NOTE :</strong></p>
<p><strong>Tidak semua pesan dari My Friends, dapat ku Upload di blogs ini.</strong></p>
<p><strong>Tapi, aku tetap akan mengingat kalian. </strong></p>
<p><strong>Setelah ku salin kembali pesan ini, terbesit dalam hati untuk mengucapkan sebuah permintaan maaf atas khilaf dan salah yang kuperbuat. Sukses buat kita, semoga Syawal 1431H dapat bersama kita kembali.<br />
</strong></p>
<br />Posted in RENUNGAN Tagged: Lebaran, Ucapan Lebaran <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=55&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/10/09/ucapan-%c2%a8selamat-idul-fitri%c2%a8-by-my-friends/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Moral Knowing, Loving, and Moral Doing”</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/05/02/%e2%80%9cmoral-knowing-loving-and-moral-doing%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/05/02/%e2%80%9cmoral-knowing-loving-and-moral-doing%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 22:03:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI_QU]]></category>
		<category><![CDATA[Moral Doing]]></category>
		<category><![CDATA[Moral Knowing]]></category>
		<category><![CDATA[Moral Loving]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Moral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Zulhaiban “Anak-Anak Tidak Sopan Ke Pada Orang Tua Dan Orang Yang Lebih Tua, Kurang Peduli Terhadap Sesama, Kata-Kata Kotor Yang Jauh Dari Etika, Perselisihan Dan Tawuran Yang Dengan Sangat Cepat Mudah Terjadi, Pergaulan Bebas, Merokok Dan Narkoba Serta Moral – Moral Yang Tak Pernah Diajarkan Melalui Kurikulum Pengajaran” Melihat pendidikan kita, rasanya masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=53&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Zulhaiban</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Anak-Anak Tidak Sopan Ke Pada Orang Tua Dan Orang Yang Lebih Tua, Kurang Peduli Terhadap Sesama, Kata-Kata Kotor Yang Jauh Dari Etika, Perselisihan Dan Tawuran Yang Dengan Sangat Cepat Mudah Terjadi, Pergaulan Bebas, Merokok Dan Narkoba Serta Moral – Moral Yang Tak Pernah Diajarkan Melalui Kurikulum Pengajaran”<span id="more-53"></span></em></p>
<p>Melihat pendidikan kita, rasanya masih teramat jauh dari hal yang diinginkan oleh orangtua peserta didik, maupun para pendidik tersebut yang mendidik para didikan. Didikan – didikan yang di didik di Negeri ini,  tidaklah memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan, malah memberikan nilai minus di wajah para pendidiknya. Tujuan utama pendidikan yang selama ini terabaikan atau gagal tercapai adalah pembentukan karakter (character building). Pengabaian atau kegagalan ini dapat dilihat dari tingginya angka kenakalan remaja dari tahun ke tahun. Anak-anak tidak sopan ke pada orang tua dan orang yang lebih tua, kurang peduli terhadap sesama, kata-kata kotor yang jauh dari etika, perselisihan dan tawuran yang dengan sangat cepat mudah terjadi, pergaulan bebas, merokok dan narkoba serta moral – moral yang tak pernah diajarkan melalui kurikulum pengajaran. Dan hal ini adalah pemandangan umum yang hampir pasti kita temukan di mana saja kita menemukan remaja.</p>
<p>Dalam pandangan Islam, pembentukan karakter (character building) ini sudah sangat jelas ditegaskan oleh Rasulullah SAW sebagai misi kerasulannya. Bahkan dalam kajian yang lebih dalam yang dilakukan para ulama klasik dan kontemporer disimpulkan,  bahwa akhlak mulia sebagai hasil dari character buillding adalah jantung ajaran Islam. Maka tak diragukan lagi pembentukan akhlak mulia merupakan tujuan tertinggi bagi setiap lembaga pendidikan Islam. Namun dalam kenyataannya, banyak lembaga pendidikan Islam baik yang berlabel pesantren maupun madrasah tidak menunjukkan hal menggembirakan dalam masalah ini.</p>
<p>Tak hanya moral yang hancur, bahkan ilmu pengetahuan umum para pendidik sama seperti moral para remaja sekarang, dan tak ayalnya seperti moral “hewani” bahkan pengetahuan juga terbatas “masih seperti keledai” yang terjatuh kelubang yang sama untuk kedua kalinya, bahkan bisa lebih dari itu. Tanyakan kenapa…???</p>
<p>Inilah wajah pendidikan kita, metode pembelajaran yang diberikan tidak dapat memberikan dampak terhadap perubahan moral menuju akhlak mulia. Pendidikan karakter menuju terbentuknya akhlak mulia dalam diri setiap siswa tidak ada dalam kurikulum, yang ada malah PMP (pendidikan moral pancasila), dan lari dari keinginan sebab karena PMP mengajarkan kepada siswa/I untuk tahu apa itu Pancasila dan menghafal segulumit rumitnya UUD 1945, gimana pembelajaran akhlak didapat??? Kalau di Pancasila disebutkan keadilan bagi seluruh rakyat, dan siswa/I melihat keadaan itu berbeda dengan realitasnya, bagaimana mau menerapkannya??? Toh contohnya ngak pernah ada.</p>
<p>Sebenarnya ada beberapa metode yang harus dilalui untuk mencapai moral dan akhlak yang mulia. Tahapan itu merupakan pembelajaran yang harus dilakukan dari semua element untuk system belajar dan mengajar untuk menciptakan siswa/I bermoral serta berakhlak mulia, syarat itu adalah :</p>
<ol>
<li><em>Moral Knowing</em>. Tahapan ini merupakan langkah pertama dalam pendidikan karakter. Dalam tahapan ini tujuan pembelajaran akhlak adalah. Siswa mampu membedakan nilai-nilai akhlak mulia dan akhlak tercela. Siswa memahami secara logis dan rasional (bukan secara dogmatis dan doktriner) pentingnya akhlak mulia dan bahaya akhlak tercela dalam kehidupan. Siswa mengenal seorang sosok yang benar – benar memiliki akhlak mulia serta moral yang tinggi, menurut saya sosok Nabi Muhammad saw sebagai figur teladan akhlak mulia cocok sebagai panutan bagi mereka, yang dapat dipanut melalui tingkah laku maupun perkataan beliau.</li>
<li><em>Moral Loving</em>. Tahapan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa cinta dan rasa butuh terhadap nilai-nilai akhlak mulia. Dalam tahapan ini yang menjadi sasaran guru adalah dimensi emosional siswa, hati, atau jiwa, bukan lagi akal, rasio dan logika. Guru menyentuh emosi siswa sehingga tumbuh kesadaran, keinginan dan kebutuhan sehingga siswa mampu berkata kepada dirinya sendiri, “Iya, saya harus seperti itu…” atau “Saya perlu mempraktekkan akhlak ini…” Untuk mencapai tahapan ini guru bisa memasukinya dengan kisah-kisah yang menyentuh hati, modeling, atau kontemplasi. Melalui tahap ini pun siswa diharapkan mampu menilai dirinya sendiri (muhasabah), semakin tahu kekurangan-kekurangannya.</li>
<li><em>Moral Doing. </em>Inilah puncak keberhasilan mata pelajaran akhlak, siswa mempraktekkan nilai-nilai akhlak mulia itu dalam perilakunya sehari-hari. Siswa menjadi semakin sopan, ramah, penyayang, jujur, disiplin, dan seterusnya.</li>
</ol>
<p>Selama perubahan akhlak belum terlihat dalam perilaku anak walaupun sedikit, selama itu pula kita memiliki setumpuk pertanyaan yang harus selalu dicari jawabannya. Maka untuk menjawab semua itu, diperlukan dari kita menerapakan system pendidikan yang dapat menciptakan moral serta akhlak yang mulia. Metoda penerapan diatas merupakan, salah satu metode untuk menciptakan moral dan akhlak mulia, oleh sebab itu metode diatas dapat berguna bagi kita dalam mencapai suatu moral yang berakhlak mulia. Amin… (*dbs*).</p>
<br />Posted in OPINI_QU Tagged: Moral Doing, Moral Knowing, Moral Loving, Pendidikan Moral <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=53&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/05/02/%e2%80%9cmoral-knowing-loving-and-moral-doing%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DEMOKRASI DENGAN PARTAI POLITIK</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/05/02/demokrasi-dengan-partai-politik/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/05/02/demokrasi-dengan-partai-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 22:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[NEWS FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Lokal Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Zulhaiban “Pesta demokrasi yang dilaksanakan lima tahun sekali, merupakan hak bagi setiap rakyat Indonesia untuk dapat menentukan wakilnya di legislative, yang diberikan kepada masyarakat dengan kebebasan untuk menentukan pilihan, tidak ada paksaan atau intimidasi dalam pemilu.” “Demokrasi yang tidak terlepas dari keberadaan partai politik, adalah salah satu unsure dari sebuah Negara yang mengemban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=51&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Zulhaiban</p>
<p><strong><em>“Pesta demokrasi yang dilaksanakan lima tahun sekali, merupakan hak bagi setiap rakyat Indonesia untuk dapat menentukan wakilnya di legislative, yang diberikan kepada masyarakat dengan kebebasan untuk menentukan pilihan, tidak ada paksaan atau intimidasi dalam pemilu.”</em></strong></p>
<p><strong><em>“Demokrasi yang tidak terlepas dari keberadaan partai politik, adalah salah satu unsure dari sebuah Negara yang mengemban system ini. Oleh sebab itu Pemilu bukan sekadar seremonial belaka dalam berdemokrasi”.<span id="more-51"></span></em></strong></p>
<p>Tahun 2009, tepatnya bulan April tanggal 9, pesta demokrasi berlangsung secara serentak yang dilangsungkan di Indonesia. Pemilu 2009 merupakan salah satu wahana pendidikan politik serta wadah bagi masyarakat sebagai bentuk kemajuan demokrasi. Aceh adalah salah satu daerah di Indonesia yang juga mengikuti kompetisi dari pesta demokrasi tersebut. Tetapi bedanya, Aceh lebih memiliki daya tarik tersendiri bagi mata Nasional maupun International yang ada di dunia, dalam melaksakan pesta demokrasi tersebut. Pasalnya, pesta demokrasi yang berlangsung di Aceh bukan hanya di ikuti oleh partai – partai Jakarta, atau Partai Nasional, tetapi partai – partai local juga ikut bersaing untuk memenangkan pesta yang dilaksanakan lima tahun sekali itu.</p>
<p>Partai – partai local di Aceh yang juga bersaing dalam mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. Ini merupakan amanah yang diharus dijunjung sesuai dengan semangat UUPA 2006, yang tertulis di Bab XI pasal 75 ayat 1 yang berbunyi bahwasanya Penduduk di Aceh dapat membentuk partai politik local. Partai local tersebut merupakan partai yang didirikan dan terpusat di Aceh. Partai Aceh Aman Sejahtera, Partai Bersatu Aceh, Partai Daulat Aceh, Partai Rakyat Aceh, Partai Suara Independent Rakyat Aceh, dan Partai Aceh, merupakan partai – partai local yang nantinya bersaing di April 2009 bersama dengan partai Nasional lainnya. Saat ini ke enam partai tersebut merupakan pesaing baru dalam kancah perpolitikan di Aceh. Sebagai partai local, mereka mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dikarenakan, semangat dari partai local hanya terpusat untuk membangun Aceh kearah yang lebih maju dan sejahtera.</p>
<p>Ketika diwawancarai apakah pendidikan politik bagi masyarakat diberikan oleh para caleg maupun parpolnya, M. Falhan Qadhri, selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT), mengatakan bahwa pendidikan politik yang diberikan para caleg maupun partainya kepada rakyat Aceh selama masa kampaye menjelang Pemilu berlangsung hanya berbentuk simbolis semata. Mobilisasi symbol – symbol, dan manipulasi atas berbagai isu politis, social – budaya, ekonomi, serta memajangkan poster – poster, baliho, spanduk dan selebaran yang ditebarkan ke seluruh titik pusat – pusat keramaian, merupakan sebuah tujuan para competitor bisa mengumpulkan suara atau jumlah pemilih yang akan membawanya ke kursi kekuasaan. Antusias dari para caleg ataupun partai dalam mengikuti pesta demokrasi lima tahunan itu hanya ingin mendapatkan suara demi kekuasaan semata, tanpa mempedulikan bagaimana arah politik yang mau dibangun para calon – calon pejabat Negara tersebut, dan hal ini merupakan sebuah kompetisi yang berlangsung secara fisik melalui kemampuan pengerahan massa, tanpa berfikir akan terwujudnya sebuah revolusi di tubuh pemerintahan khususnya di Aceh.</p>
<ol>
<li>Sebuah paradigm dalam menciptakan sebuah perubahan menuju Aceh Baru, untuk masyarakat yang lebih sejahtera, juga tidak dilakukan para caleg – caleg dari partai politik, ungkap tegas dari seorang aktifis mahasiswa tersebut. Itulah sebabnya, penting kiranya para CSO maupun pemerintahan Aceh melalui Komisi Independent Pemilihan (KIP) memberikan sebuah wacana pendidikan politik bagi masyarakat, agar masyarakat bisa melihat partai dan calon legislative secara selektif tanpa terprovokasi maupun terhipnotis dengan janji – janji, poster, dan symbol – symbol belaka, melainkan mengetahui seluk beluk dan latar belakang dari semua partai yang mengikuti pesta demokrasi tersebut. Hal ini dianggap penting karena masih banyak masyarakat yang awam dengan tugas dan tanggungjawab anggota dewan setelah terpilih, sehingga menghambat mereka untuk menggunakan hak politik, khususnya dalam hak pilih dan setelah terpilih apakah para legislator berorientasi pada pembangunan bersama masyarakat di daerah pemilihannya, ungkap seorang demonstran yang selama ini intens dalam menyerukan keadilan bagi masyarakat.             “Sebagai caleg yang terdidik, lebih baik menggiring rakyat untuk membuat janji politik secara tertulis daripada money politik yang hanya bersifat pragmatis,” imbuhnya kembali.</li>
</ol>
<p>Lain halnya dengan Aryos Nivada selaku peneliti di LSM ACRI, yang mengatakan bahwasanya Pemilu di Aceh berlangsung dengan cara – cara intimidasi melalui pembakaran kantor, umbul-umbul, baliho, dan berbagai alat peraga kampanye partai politik serta calon anggota legislatif yang mewarnai proses Pemilu 2009 di Nanggroe Aceh Darussalam. Rakyat belum berani melakukan perlawanan atas hal itu. Panitia Pengawas Pemilu Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang baru terbentuk tidak bisa melakukan tindakan apa pun apabila tidak ada laporan dari warga.</p>
<p>Dia juga mengungkapkan, salah satu fungsi partai politik adalah melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Tapi, fungsi yang diperankan partai politik dalam pendidikan politik belum menunjukkan hasil yang signifikan bagi peningkatan kesadaran politik masyarakat. Masyarakat hanya diberikan janji – janji serta sebuah kaos dan sembako berupa beras demi terciptanya lumbung suara. Bahkan yang lebih parahnya lagi, ada partai politik yang melakukan intimidasi dan terror yang terus terjadi menjelang pesta demokrasi. Hal ini dilakukan demi kemenangan sebuah partai politik tertentu yang memiliki kepentingan kelompok dan individual, bukan demi perubahan bagi rakyat, Ungkap pemerahati Aceh tersebut.</p>
<p><strong><em>“Sebagai caleg yang terdidik, lebih baik menggiring rakyat untuk membuat janji politik secara tertulis daripada money politik yang hanya bersifat pragmatis”.</em></strong></p>
<p>(Tulisan ini telah di terbitkan di Majalah Nanggroe Edisi 20, Maret 2009)</p>
<br />Posted in NEWS FEATURE Tagged: Demokrasi, Partai Lokal Aceh, Partai Politik, Pemilu 2009 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=51&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/05/02/demokrasi-dengan-partai-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGUKUR SYARIAT ISLAM DI ACEH</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/05/02/mengukur-syariat-islam-di-aceh/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/05/02/mengukur-syariat-islam-di-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 21:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI_QU]]></category>
		<category><![CDATA[Islam di Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Maisir dan Khalwat]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/2009/05/02/mengukur-syariat-islam-di-aceh/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Zulhaiban Pemberlakuan Syariat Islam di Aceh merupakan hal yang tidak baru dan sudah berlangsung sejak tahun 2003 lalu. Empat tahun lebih sudah daerah Aceh memberlakukan hukum syariat islam untuk daerah yang di Istimewakan oleh Pemerintah Pusat RI dalam menjalankan Syariat Islam melalui Dinas Syariat Islam. Berbicara konteks Syariat Islam di Aceh, sejauh mana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=49&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Zulhaiban</p>
<p>Pemberlakuan Syariat Islam di Aceh merupakan hal yang tidak baru dan sudah berlangsung sejak tahun 2003 lalu. Empat tahun lebih sudah daerah Aceh memberlakukan hukum syariat islam untuk daerah yang di Istimewakan oleh Pemerintah Pusat RI dalam menjalankan Syariat Islam melalui Dinas Syariat Islam. Berbicara konteks Syariat Islam di Aceh, sejauh mana implementasi Pemda Aceh dan Kebijakkan apa yang telah diambil untuk mensejahterakan Rakyatnya melalui Hukum yang khusus ini, maka masyarakat dapat menyebutkan hanya pemberlakuan hukum cambuk buat mereka rakyat miskin (kecil) yang menjadi objek pemberlakuan Syariat Islam di Aceh, yang menerima hukuman cambuk tersebut. Seperti apa yang banyak dilansir oleh media – media cetak yang setiap harinya tak luput akan berita pelanggaran syariat islam yang mayoritasnya itu adalah khalwat dan maisir.<br />
Membaca data yang dilansir Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh, sesungguhnya tidak terlalu mengagetkan kita. Hampir setiap hari, di harian media kita, dari berbagai daerah kita mendapat laporan tentang hal-hal yang terkait perbuatan berbau mesum<span id="more-49"></span> yang ditemukan masyarakat atau aparat berwenang. Dalam catatan Dinas Syariat Banda Aceh, pelanggar qanun atau aturan tentang khalwat, sepanjang lima bulan terakhir ada 491 pasangan. Pihak DSI menyebutkan, kasus berdua-duaan beda kelamin dengan bukan muhrim itu, sebagian besar dilakukan kaum muda. Ternyata, sebagian kaum muda Aceh tidak mempan lagi atas ancaman hukum syariat Islam yang berlaku di Aceh. Bahkan, bila kasus tersebut ditangani masyarakat di lingkungan mereka pun, tak membuat para pelanggar hukum syariat Islam itu malu dan benar-benar menjadikan pasangan lain jera. Sepertinya, kasus-kasus yang terungkap selama ini, tidak menjadi pula peringatan berarti kepada pasangan muda lainnya, agar menghindari perbuatan yang dapat mempermalukan diri dan keluarga mereka tersebut. Sejauh pengamatan kita, sebagian kaum muda Aceh, malah telah dengan terang-terangan menunjukkan keberaniannya, untuk menafikan aturan yang hanya berlaku di bumi serambi Mekkah ini.<br />
Seperti apa yang ada dalam firman Allah SWT, Serulah (semua manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (QS An-Nahl: 125). Penerapan syariat Islam di Aceh didasarkan atas UU No. 44 tahun 1999 dan UU No. 18 tahun 2001. Hasil penelitian oleh Bustami (Pascasarjana UGM, 2004) memperlihatkan bahwa kalangan ulama dan aktivis mahasiswa memang melakukan tuntutan agar syariat Islam diberlakukan di Aceh, sedangkan aktivis LSM, cendekiawan, dan masyarakat kalangan bawah, tidak pernah melakukannya. Terlepas dari ada atau tidaknya tuntutan, penerapan Syariat Islam di Aceh lebih berkorelasi dengan aspek politik, yaitu sebagai upaya pemerintah menyelesaikan konflik di daerah ini.<br />
Menyimak pelaksanaan Syariat Islam di Aceh beberapa waktu lalu, terdapat beberapa keluhan terkait dengan metode penerapan Syariat Islam yang cenderung dipraktekkan dengan cara-cara bernuansa kekerasan oleh masyarakat di berbagai kabupaten dan kota di Aceh, dan pihak pelaksana Syariat Islam seperti tidak berdaya mencegah meluasnya tindak kekerasan yang sering diberitakan melalui media-media lokal di Aceh. Atas nama Syariat Islam, seringkali pelaku pelanggaran menerima perlakuan tidak manusiawi dan penganiayaan dari masyarakat, seperti dimandikan dengan air comberan, diarak massa tanpa busana, bahkan sampai pada pelecehan seksual (contohnya pemaksaan adegan mesum di pantai Lhok Nga oleh oknum polisi Syariah). Kasus Mesum tahun 2007 di Abdya yang juga berakhir dengan pembakaran rumah seorang janda yang diduga sebagai pelaku perbuatan mesum oleh warga.<br />
Salah satu kritik adalah selain belum kaffahnya penerapan syariat di Aceh penekanannya juga hanya pada beberapa hal dan terkesan dangkal, seperti yang seringkali muncul ke permukaan adalah kasus mesum, khalwat, judi, dan khamar, yang kemudian direspon oleh masyarakat melalui sweping-sweping di jalan-jalan negara yang dalam beberapa kasus berakhir ricuh, dan kafe-kafe dengan penekanan pada penggunaan pakaian bagi perempuan. Dalam pelaksanaan Syariat Islam, justru terjadi pelanggaran terhadap serangkaian aturan-aturan lainnya. Oleh karenanya muncul pertanyaan, apakah korupsi dan manipulasi keuangan negara dibenarkan dalam Islam? Apakah tidak menunaikan ibadah shalat, puasa dan zakat dibenarkan dalam Islam? Apakah menghujat orang lain, memukul dan menghina pelaku pelanggaran Syariat Islam tanpa adanya proses hukum yang adil dibenarkan oleh Islam? Sebagian besar masyarakat di Aceh membenci pelanggar Syariat Islam, padahal justru si pembenci sendiri terkadang jarang beribadah untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim, bak kata pepatah lama Aceh “sembahyang wajeb uro jumat, sembahyang sunat uro raya” (shalat wajib adalah Shalat Jumat, dan shalat sunnah adalah Shalat Ied).<br />
Sejauh ini, penerapan Syariat Islam belum menghasilkan perubahan ke arah yang lebih positif dalam tata kehidupan masyarakat. Penerapan Syariat Islam dilakukan ketika Aceh berada dalam pusaran konflik, sehingga kelancaran pelaksanaannya mengalami gangguan yang cukup serius, bahkan isu Syariat Islam pernah berada di bawah bayang-bayang isu konflik. Dalam penerapan Syariat Islam di Aceh terdapat berbagai kelemahan dan kekurangan yang harus diperbaiki secepatnya, antara lain:<br />
•	Terbatasnya kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang mampu menyusun konsep-konsep dan formula syariat Islam yang hendak diaplikasikan. Di samping itu, rumusan formula syariat yang tepat dan ideal untuk diaplikasikan juga belum ditemukan.<br />
•	Penegasan hukum terhadap permasalahan pelindungan anak dalam Syariat Islam. Anak.anak yang berumur 18 tahun nantinya tunduk kepada undang-undang anak walau melakukan pelanggaran syariat dan mereka harus diproses melalui pengadilan anak<br />
•	Pemahaman dan pengertian yang masih sangat minim tentang pola penerapan yang Syariat Islam yang baik dan benar, baik di tingkat aparatur maupun di masyarakat Aceh.<br />
•	Ketidakseriusan dan kurangnya sosialisasi tentang tata cara pelaksanaan Syariat Islam yang seharusnya terhadap masyarakat oleh pemerintah melalui Dinas Syariat Islam terkait dengan melakukan sosialisasi, diskusi-diskusi rutin dengan masyarakat Aceh di berbagai pelosok. Keterlibatan aktif masyarakat dalam penerapan Syariat Islam memang diperlukan tetapi tetap menempuh prosedur hukum yang berlaku sehingga niat baik menegakkan hukum Islam tidak melanggar hukum dan norma lainnya yang berlaku di negara ini.<br />
•	Status, keterampilan dan ”code of conduct” polisi syariat itu sendiri. Kadangkala seringkali polisi syariat tidak berdaya ketika berhadapan dengan pelaku syariat yang kuat secara struktural dan finansial, serta sering menimbulkan kekecewaan masyarakat.<br />
Mengubah paradigama masyarakat terhadap Syariat Islam tentu tidak tuntas hanya dalam sekali melakukan sosialisasi qanun (peraturan daerah) melalui media atau seminar, tetapi membutuhkan energi yang lebih besar dalam jangka waktu panjang, membutuhkan pendekatan-pendekatan persuasif  lainnya yang kemudian mampu mewujudkan pemahaman masyarakat terhadap penerapan Syariat Islam itu sendiri Betapa Islam sangat santun dan menghargai hak-hak asasi manusia, setiap pelanggaran ada cara-cara penyelesaian yang terhormat melalui hukum, baik hukum yang berlaku di negara ini maupun hukum Islam itu sendiri.<br />
Disini kita berharap, semoga penerapan syariat islam di Aceh bukan hanya dikarenakan Aceh mendapatkan julukkan  Bumi Serambi Mekkah atau pun karena kepentingan politik semata, tetapi penerapan syariat islam di Aceh lebih mengarah kepada memberikan kesejahteraan yang dapat memberikan dampak kepada masyarakat local Aceh khususnya dan  menjadi daerah percontohan buat daerah lainnya di Indonesia dalam mensejahterakan dan memberikan kemakmuran bagi rakyatnya dikarenakan penerapan syariat islam yang kaffah. Amin. [*dbs*]</p>
<br />Posted in OPINI_QU Tagged: Islam di Aceh, Maisir dan Khalwat, Syariat Islam <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=49&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/05/02/mengukur-syariat-islam-di-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUAT MEREKA PENGGEMAR KOPI…!!!</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/01/21/buat-mereka-penggemar-kopi%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/01/21/buat-mereka-penggemar-kopi%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 06:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFORMASI]]></category>
		<category><![CDATA[kerugian minum kopi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat kopi]]></category>
		<category><![CDATA[penggemar kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[BEBERAPA POINT, YANG DIDAPAT DARI MANFAAT MENGKONSUMSI SECANGKIR KOPI SECARA TERATUR BAGI MEREKA YANG MENCINTAI KOPI : 80% ORANG DEWASA DI DUNIA, MENIKMATI KOPI SECANGKIR DALAM SATU HARI KAFEIN YANG TERKANDUNG DIDALAM KOPI ADALAH ZAT KIMIA YANG BERASAL DARI TANAMAN YANG DAPAT MENSTIMULASI OTAK DAN SISTEM SARAF KAFEIN MEMBANTU ANDA UNTUK MEMBANTU ANDA BERFIKIR LEBIH [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=37&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-alt:QuickType; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:"QuickType Mono"; 	panose-1:2 11 5 9 2 1 4 2 2 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Marlett; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:QuickType; 	panose-1:2 11 6 3 2 0 4 2 2 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:281495935; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1549579898 -1732068090 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:image; 	list-style-image:url("file:///C:/DOCUME~1/ACSTF/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif"); 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	color:windowtext;} @list l1 	{mso-list-id:800733509; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-2108636224 -1732068090 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:image; 	list-style-image:url("file:///C:/DOCUME~1/ACSTF/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif"); 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	color:windowtext;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">BEBERAPA POINT, YANG DIDAPAT DARI <strong>MANFAAT MENGKONSUMSI SECANGKIR KOPI</strong> SECARA TERATUR BAGI MEREKA YANG MENCINTAI KOPI :</p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"> </span>80% ORANG DEWASA DI DUNIA, MENIKMATI KOPI SECANGKIR DALAM SATU HARI</li>
<li><span style="font-family:Symbol;"> </span><!--[endif]-->KAFEIN YANG TERKANDUNG DIDALAM KOPI ADALAH ZAT KIMIA YANG BERASAL DARI TANAMAN YANG DAPAT MENSTIMULASI OTAK DAN SISTEM SARAF</li>
<li><!--[endif]-->KAFEIN MEMBANTU ANDA UNTUK MEMBANTU ANDA BERFIKIR LEBIH CEPAT, KARENA KAFEIN YANG TERDAPAT PADA KOPI TERBUKTI MAMPU MEMBERIKAN <span style="font-family:&amp;">“</span>SINYAL<span style="font-family:&amp;">”</span> PADA OTAK UNTUK LEBIH CEPAT MERSPIN DAN DENGAN TAN<span id="more-37"></span>GKAS MENGOLAH MEMORI PADA OTAK<!--more--></li>
<li><!--[endif]-->KAFEIN JUGA MENCEGAH GIGI ANDA BERLUBANG</li>
<li><!--[endif]-->KAFEIN YANG TERDAPAT PADA KOPI, JUGA DAPAT MENGURANGI SAKIT KEPALA</li>
<li>KAFEIN BISA MELEGAKAN NAPAS PENDERITA ASMA DENGAN CARA MELEBARKAN SALURAN BRONKIAL YANG MENGHUBUNGKAN KERONGKONGAN DENGAN PARU</li>
<li>KAFEIN DAPAT MEMBUAT BADAN TIDAK CEPAT LELAH, BISA MELAKUKAN AKTIFITAS FISIK LEBIH LAMA, DI PERKIRAKAN KARENA KAFEIN MEMBUAT <span style="font-family:&amp;">“</span><span style="font-family:&amp;">BAHAN BAKAR</span><span style="font-family:&amp;">”</span><span style="font-family:&amp;"> YANG DIPAKAI OTOT LEBIH LAMA</span></li>
<li>KAFEIN BISA MENINGKATKAN RASA RIANG, MEMBUAT KITA MERASA LEBIH SEGAR DAN ENERGIK</li>
<li>PEREMPUAN YANG MINUM DUA CANGKIR KOPI ATAU LEBIH PER HARI DAPAT MENGURANGI RISIKO TERKENA PENGEROPOSAN TULANG (OSTEOPOROSIS)</li>
<li><span style="font-family:Symbol;"> </span><!--[endif]-->KOPI DAPAT MENINGKATKAN PENAMPILAN MENTAL DAN MEMORI KARENA KOPI DAPAT MERANGSANG BANYAK DAERAH DALAM OTAK YANG DAPAT MENGATUR TETAP TERJAGA, RANGSANGAN, MOOD DAN KONSENTRASI</li>
<li>KAFEIN DAPAT MENANGKAL RADIKAL BEBAS DAN MENGHANCURKAN MOLEKUL YANG DAPAT MERUSAK SEL DNA</li>
<li>KAFEIN JUGA MELINDUNGI DARI PENYAKIT JANTUNG DAN KANKER</li>
<li>UNTUK MENGURANGI RISIKO PENGIDAPAN DIABETES MULAILAH MEMINUM KOPI. SESEORANG YANG MINUM KOPI LEBIH DARI ENAM CANGKIR SEHARI BERISIKO RENDAH TERSERANG DIABETES DIBANDING DENGAN ORANG YANG TIDAK MINUM KOPI</li>
<li>PARKINSON JARANG DITEMUKAN PADA ORANG YANG MINUM KOPI SECARA TERATUR<strong> </strong></li>
<li><strong></strong>MINUM KOPI MEMBUAT <strong><span style="font-family:&amp;">SPERMA </span></strong><strong><span style="font-family:&amp;">“</span></strong><strong><span style="font-family:&amp;">BERENANG</span></strong><strong><span style="font-family:&amp;">”</span></strong><strong><span style="font-family:&amp;"> LEBIH CEPAT DAN MAMPU MENINGKATKAN KESUBURAN</span></strong><strong><span style="font-family:&amp;"> PRIA</span></strong><strong></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">TAPI JANGAN SENANG DULU, DIANTARA POINT <span style="font-family:&amp;">–</span> POINT YANG DIDAPAT DARI MANFAAT MEMINUM KOPI, TERNYATA KOPI JUGA MEMILIKI DAMPAK YANG HARUS DIWASPADAI KARENA KOPI JUGA MEMILIKI MUDARAT/KERUGIAN, HAL INI DAPAT KITA LIHAT PADA <strong>POINT KERUGIANNYA</strong> :</p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->KEBIASAAN MINUM KOPI BISA MENIMBULKAN EFEK <span style="font-family:&amp;">”</span><em>KECANDUAN</em><span style="font-family:&amp;">”</span>, BAIK SECARA PSIKOLOGIS MAUPUN FISIOLOGIS, HAL INI DAPAT KITA LIHAT BAGI MEREKA YANG TIDAK MEMINUM SECANGKIR KOPI DALAM SATU HARI, LESU, LETIH DAN JUGA MENGANTUK</li>
<li>KOPI BISA MEMBUAT TEKANAN DARAH MELAMBUNG TINGGI</li>
<li>NAH, BILA DALAM SEHARI MENGONSUMSI LEBIH DARI 1 <span style="font-family:&amp;">–</span> 3 CANGKIR KOPI SEKALIGUS, DAPAT MENYEBABKAN GANGGUAN KESEHATAN, SEPERTI MISALNYA JANTUNG BERDEBAR, RASA GELISAH, GUGUP, INSOMNIA (SULIT TIDUR), TREMOR (TANGAN BERGETAR), BAHKAN MUAL SAMPAI MUNTAH-MUNTAH, <span style="font-family:&amp;">“</span>MAKANYA CUKUP 1 ATAU 3 CANGKIR GELAS MAKSIMALNYA DALAM SEHARI<span style="font-family:&amp;">”</span></li>
<li>MINUM KOPI JUGA BERBAHAYA BAGI PENDERITA HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI) KARENA SENYAWA KAFEIN BISA MENYEBABKAN TEKANAN DARAH MENINGKAT TAJAM</li>
<li>KOPI JUGA BISA MENINGKATKAN ALIRAN DARAH KE GINJAL DENGAN AKIBAT PRODUKSI URINE BERTAMBAH</li>
<li>MINUM KOPI TERLALU BANYAK BISA PULA MENGURANGI KESUBURAN WANITA</li>
<li>KAFEIN DAPAT MENAIKKAN PRODUKSI ASAM LAMBUNG YANG BERLANGSUNG LAMA SEHINGGA DAPAT MEMPERBESAR RISIKO PENYAKIT LAMBUNG</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">NAH MAKA DARI ITU, BANYAK MANFAAT YANG DIDAPAT DARI MENGKONSUMSI SECANGKIR KOPI, TETAPI JANGAN LUPA MUDARAT/KERUGIANNYA JUGA ADA (<span style="font-family:&amp;">“ADA BAIK – ADA BURUK”)…HEHEHE. UNTUK ITU BAGI KITA PENGGEMAR KOPI, APALAGI KALAU DI ACEH, WAHHHHHHHHH KOPINYA “MANTRAP” BANGET APALAGI “KOPI SOLONG” SALAH SATU WARUNG KOPI TERKENAL DI BANDA ACEH, ULEEKARENG, UNTUK DAPAT MENGONTROL KONSUMSI KOPINYA, YA MAKSIMAL 3 KALI LAH DALAM SATU HARI (PAGI, SIANG, DAN MALAM).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&amp;">(*DARI BERBAGAI SUMBER*)</span></p>
<br />Posted in INFORMASI Tagged: kerugian minum kopi, manfaat kopi, penggemar kopi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=37&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/01/21/buat-mereka-penggemar-kopi%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN DASAR DAN PENERAPANNYA</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/01/08/pendidikan-dasar-dan-penerapannya/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/01/08/pendidikan-dasar-dan-penerapannya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 16:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI_QU]]></category>
		<category><![CDATA[APBN Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[KTSP]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[*Oleh : Zulhaiban* Pendidikan dasar merupakan hak dari segala warga Negara, seperti yang tertuang dalam Pasal 31 UUD 1945. Setiap manusia yang lahir wajib untuk mendapatkan pendidikan, demi terciptanya suatu bangsa yang cerdas serta memiliki martabat tinggi di mata dunia, sesuai dengan bunyi pasal 31 dari Undang – Undang Dasar 1945. Pasal 31, yang berbunyi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=35&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong>*Oleh : Zulhaiban*</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pendidikan dasar merupakan hak dari segala warga Negara, seperti yang tertuang dalam Pasal 31 UUD 1945. Setiap manusia yang lahir wajib untuk mendapatkan pendidikan, demi terciptanya suatu bangsa yang cerdas serta memiliki martabat tinggi di mata dunia, sesuai dengan bunyi pasal 31 dari Undang – Undang Dasar 1945. Pasal 31, yang berbunyi : Ayat (1). Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, Ayat (2). Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, Ayat (3). Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang, Ayat (4). Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara<span id="more-35"></span> serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional, Ayat (5). Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Untuk itu, dari pasal tersebut, dapat kita lihat bahwa subtansi dari lima ayat yang terkandung dalam pasal 31 UUD’45 mengarah kepada kemajuan pendidikan, dengan tanggungjawab berada di tangan Pemerintah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Mengharapkan kepada Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang gratis merupakan hal yang tak mungkin terealisasi pada zaman saat ini. Hal ini tampak dari ketidak seriusan pemerintah dalam meningkatkan system pendidikan di Indonesia sesuai yang diamanatkan dan terkesan lepas tangan, apalagi saat ini pemerintah mengeluarkan undang – undang baru yang mengatur system pendidikan di Indonesia, dengan berwujudkan Badan Hukum Pendidikan, dimana setiap lembaga pendidikan formal dimulai dari pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi dapat di Badan Hukumkan sebagai “kendaraan” untuk mengelola pendidikan yang berbentuk perusahaan. UU BHP (Badan Hukum Pendidikan) tampak tidak sesuai dengan pasal 31 yang termuat dalam Undang – undang Dasar tahun 1945, yang menyatakan pendidikan merupakan hak setiap warga Negara. Dimana setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, bukan dengan cara menjual pendidikan tersebut kepada pihak luar, sehingga pemerintah tidak perlu kembali memikirkan lembaga pendidikan di Nusantara ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Walaupun Indonesia telah memplotkan anggaran dana untuk pendidikan sebesar 20% dari dana APBN, tetapi hal itu sebenarnya tidak mencukupi bagi kelangsungan pendidikan secara menyeluruh. Banyangkan saja, kurang lebih 33 provinsi yang ada di Indonesia membutuhkan dana anggaran dari pemerintah Pusat untuk pendidikan. Dimana, setiap warga Negara yang ingin sekolah tidak harus membayar biaya untuk mendapatkan pengetahuan melalui lembaga formal (sekolah – sekolah yang didirikan), untuk mencapai kecerdasan dalam kehidupan bangsa, sesuai dengan amanat Undang – Undang. Jika dicermati, anggaran pendidikan sebesar 20% dari dana APBN bukan hanya untuk pendidikan, bahkan biaya gaji dari tenaga pendidik juga termasuk dalam anggaran 20% tersebut. Sumber yang didapat dari Hizbut Tahrir Indonesia, menyatakan dana dari RAPBN 2009 sebesar Rp.207,1 triliun digunakan untuk biaya pendidikan yang didalamnya juga termasuk gaji tenaga pendidik, biaya oprasional, biaya administrative, dan biaya untuk seluruh jumlah pendidik yang ada di Indonesia, beserta uang untuk pengeluaran dosen keluar negeri, dalam meningkatkan mutu yang semuanya diamabil dari dana APBN sebesar 20% tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Belum lagi disaat kita berbicara kepada mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia, sangatlah resikan dan menyedihkan kalau kita menilainya. Mulai dari Pendidik sampai kepada manusia yang didik, semuanya serba minus walaupun masih ada plusnya. Dewasa ini banyak sekali keluhan yang muncul didunia pendidikan kita, dimana tidak bisa terakomodirnya aspirasi intelektual masyarakat yang sudah kian semakin kritis, dimualai dari akan dibawa kemanakah wajah pendidikan kita, hingga sudah sejauh apakah pendidikan di Negeri ini. Belum lagi ditambah dengan masalah yang ada pada SDM kita, perlukah pembaharuan dilakukan??? Fenomena ini sama sekali tidak bisa kita remehkan dan dibiarkan begitu saja, sampai kapan kita harus diam saja dengan situasi yang akan membawa kita kepada keterpurukan???.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Berbicara tentang mutualisme pendidikan, saat ini pendidikan kita sedang gencar membicarakan tentang pembentukan karakter (character building) dimana banyak alasan yang mengatakan bahwa metode ini sangat cocok untuk wajah pendidikan kita, tetapi mucul sebuah pertanyan setelah itu bagaimana dengan indicator dan tata nilai dari penerapannya. Maka dari itu pemerintah dengan menteri pendidikananya menerapkan sebuah kurikulum yang katanya bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan kritis yang mucul???. Tetapi jawaban dari semua itu belum didapatkan. Pribadi – pribadi yang inovatif, kompetitif dan juga mandiri sangat diperlukan, hal ini belum dapat diberikan oleh pemerintah melalui kurikulum – kurikulum yang selama ini diterapkan, hingga yang terakhir pemerintah menggulirkan penerapan system kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang sampai awal 2009 ini belum menjawab pertanyaan – pertanyaan para kritikus intelektual dari masyarakat. Sampai – sampai, penerapan system KTSP ini menimbulkan sinisme dari khalayak ramai yang mengatakan KTSP dengan sebutan <strong>Kurikulum Tidak Siap Pakai</strong> [*]</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">*Penulis adalah Kepala Div.Litbang BEM FT UNSYIAH*</p>
<br />Posted in OPINI_QU Tagged: APBN Pendidikan, KTSP, Pendidikan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=35&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2009/01/08/pendidikan-dasar-dan-penerapannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prinsip-prinsip Dasar yang Harus Diketahui Wartawan dalam Menulis Berita</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2008/11/10/prinsip-prinsip-dasar-yang-harus-diketahui-wartawan-dalam-menulis-berita/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2008/11/10/prinsip-prinsip-dasar-yang-harus-diketahui-wartawan-dalam-menulis-berita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 18:22:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFORMASI]]></category>
		<category><![CDATA[JORNAL ILMIAH]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis Mudah]]></category>
		<category><![CDATA[Syarat Jadi Wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Ada lima syarat menulis berita, yaitu: 1. Kejujuran: apa yang dimuat dalam berita harus merupakan fakta yang benar-benar terjadi. Wartawan tidak boleh memasukkan fiksi ke dalam berita. 2. Kecermatan: berita harus benar-benar seperti kenyataannya dan ditulis dengan tepat. Seluruh pernyataan tentang fakta maupun opini harus disebutkan sumbernya. 3. Keseimbangan: Agar berita seimbang harus diperhatikan: 1. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=31&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><strong>Ada lima syarat menulis berita, yaitu: </strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:5.75pt 0 5.75pt 36pt;"><a name="75"></a><a name="74"></a><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><strong>Kejujuran: apa yang dimuat dalam berita harus merupakan fakta yang benar-benar terjadi. Wartawan tidak boleh memasukkan fiksi ke dalam berita. </strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:5.75pt 0 5.75pt 36pt;"><a name="76"></a><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><strong>Kecermatan: berita harus benar-benar seperti kenyataannya dan ditulis dengan tepat. Seluruh pernyataan tentang fakta maupun opini harus disebutkan sumbernya. </strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:5.75pt 0 5.75pt 36pt;"><a name="77"></a><!--[if !supportLists]-->3.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><strong>Keseimbangan:<br />
Agar berita seimbang harus diperhatikan: </strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:5.75pt 0 5.75pt 72pt;"><a name="79"></a><a name="78"></a><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><strong>tampilkan fakta dari masalah pokok </strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:5.75pt 0 5.75pt 72pt;"><a name="710"></a><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><strong>jangan memuat informasi yang tidak relevan </strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:5.75pt 0 5.75pt 72pt;"><a name="711"></a><!--[if !supportLists]-->3.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><strong>jangan menyesatkan atau menipu khalayak <span id="more-31"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:5.75pt 0 5.75pt 72pt;"><a name="712"></a><!--[if !supportLists]-->4.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><strong>jangan memasukkan emosi atau pendapat ke dalam berita tetapi ditulis seakan-akan sebagai fakta </strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:5.75pt 0 5.75pt 72pt;"><a name="713"></a><!--[if !supportLists]-->5.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><strong>tampilkan semua sudut pandang yang relevan dari masalah yang diberitakan </strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:5.75pt 0 5.75pt 72pt;"><a name="714"></a><!--[if !supportLists]-->6.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><strong>jangan gunakan pendapat editorial </strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:5.75pt 0 5.75pt 36pt;"><a name="716"></a><a name="715"></a><!--[if !supportLists]-->4.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><strong>Kelengkapan dan kejelasan:<br />
Berita yang lengkap adalah berita yang memuat jawaban atas pertanyaan who, what, why, when, where, dan how. </strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:5.75pt 0 5.75pt 36pt;"><a name="717"></a><!--[if !supportLists]-->5.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><strong>Keringkasan:<br />
Tulisan harus ringkas namun tetap jelas yaitu memuat semua informasi penting. </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><strong>Struktur Berita dan Induk Berita </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="83"></a><strong>Judul berita sangat penting untuk mengantarkan pembaca masuk ke dalam berita. Ia digunakan untuk merangkum isi berita kepada pembaca mengenai isi berita. Karenanya, penulisan judul berita hendaknya dibuat dengan mengikuti kaidah penulisan judul berita </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="84"></a><strong>Judul berita memiliki beberapa fungsi, yakni untuk menarik minat pembaca; merangkum isi berita; melukiskan “suasana berita”; menserasikan perwajahan surat kabar. </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="85"></a><strong>Judul berita sebaiknya sesuai dengan teras berita. Artinya, tidak ada pertentangan antara keduanya. Judul juga sebaiknya memakai kalimat positif serta diusahakan senetral mungkin. Prinsip cover both side (menampilkan dua sisi dalam pemberitaan) diimplementasikan &#8211; salah satunya &#8211; dalam penulisan judul berita. Selain itu judul berita juga sebaiknya dibuat dengan menggunakan kata-kata yang sederhana dan sejelas mungkin.</strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><strong>Teknik Menulis Teras Berita </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="87"></a><strong>Teras berita adalah modal utama seorang reporter untuk menarik minat pembaca sehingga pembaca akan terus tertarik untuk membaca sampai selesai berita yang ditulisnya. </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="88"></a><strong>Teras berita yang baik menyampaikan secara ringkas intisari persoalan yang diberitakan. Intisari persoalan adalah fakta yang paling penting dari seluruh fakta dari persoalan itu. Menentukan fakta yang penting adalah sama halnya dengan menentukan nilai berita itu (news value). Pada umumnya sesuatu yang penting itu sekaligus sesuatu yang menarik. Dengan demikian jika penulis telah menemukan fakta terpenting untuk ditampilkan dalam lead, ia tinggal menulis lead itu dengan menarik. </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="89"></a><a name="810"></a><strong>Pedoman untuk menulis teras berita adalah: singkat, spesifik, identifikasi dengan jelas, hindari bentuk pertanyaan atau kutipan, beri keterangan waktu dengan tepat dan keterangan dengan tepat. Adapun jenis-jenis berita adalah: ringkas, kutipan, teras berita menunjuk, pertanyaan, deskripsi, latar belakang, kontras, lead memukul, dan lead aneh.<br />
Teknik Menulis Tubuh Berita </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="811"></a><strong>Tubuh berita (news body) merupakan tempat di mana berita terletak. Dalam tubuh beritalah pembaca dapat mengetahui berita yang sesungguhnya, dalam arti bukan rangkuman. Karena tubuh berita menyimpan informasi yang penting, tubuh berita hendaknya ditulis semenarik mungkin, sehingga mampu membuat pembaca terus membaca berita tersebut, namun dengan tetap menjaga keringkasan berita (karena ruang yang terbatas dalam surat kabar). </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="812"></a><strong>Tubuh berita dapat disusun dengan susunan piramida terbalik, dengan susunan kronologis, maupun dengan susunan di mana informasi penting diletakkan di belakang. </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="813"></a><strong>Selain teknik penyusunan tubuh berita, membuat berita yang baik juga dapat dilaksanakan dengan memperhatikan kesatuan tubuh berita. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengulangi kata-kata kunci; memakai kata maupun frase transisi yang tepat serta menyusun struktur berita dengan benar dan mengalir. </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="814"></a><strong>Di samping itu kekuatan tubuh berita dapat pula dibangun dengan menyertakan kutipan, baik langsung maupun tidak langsung, dari sumber berita; menyertakan nama/jabatan sumber berita (attribution); memberi identifikasi yang jelas tentang siapa sumber berita serta menyertakan latar belakang berita. </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><strong>Penerapan Penulisan Berita </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="93"></a><strong>Setelah mendapatkan fakta-fakta secara lengkap di lapangan, maka pekerjaan berikut adalah menuangkannya ke dalam tulisan yang sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik yang baik. Pada bagian ini Anda telah mempelajari apa yang harus dipertimbangkan dalam proses pembuatan tulisan jurnalistik, yakni: melaporkan secara menyeluruh, menuliskannya secara sistematis dan berstruktur, menggunakan tata bahasa yang benar dan tepat, hemat, serta menghadirkan intensitas dan warna. Tiga hal yang disebutkan belakangan dapat terpenuhi jika Anda menerapkan prinsip-prinsip bahasa jurnalistik. Terakhir, sebelum Anda menerbitkan tulisan Anda, pertimbangkan akan ketentuan hukum yang berkaitan dengan dunia pers dan kode etik akan menjadikan Anda seorang wartawan yang bijaksana. </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><strong>Analisis Tulisan </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="95"></a><strong>Setelah mengamati dan menganalisis contoh tulisan jadi yang disiarkan media massa, Anda dapat merasakan betapa sebenarnya tidak mudah untuk membuat tulisan yang baik. Kurangnya informasi yang digali dari lapangan, menyebabkan tidak jelasnya laporan yang ditulis. Informasi yang lengkap pun belum tentu dengan sendirinya menjamin laporan yang dibuat akan baik. Pengabaian prinsip-prinsip penulisan yang dibahas di awal modul ini juga akan membuat laporan yang dihasilkan kurang sempurna. Jebakan lain yang mungkin kurang disadari penulis adalah berlebihnya hasil reportase sehingga penulis merasa sayang untuk membuang keterangan yang tak perlu. </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><a name="96"></a><strong>Contoh tulisan ini sengaja tidak diperbaiki secara keseluruhan tetapi hanya pada bagian-bagian tertentu saja. Hal ini pertama karena tidak cukupnya keterangan atau fakta untuk membuat perbaikannya karena contoh ini memang diambil dari media massa sehingga berkas laporan reporter atau hasil wawancara dengan narasumber tidak ada kedua, agar tulisan tersebut dapat dijadikan bahan latihan bagi Anda. </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.75pt 0;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">Sumber Buku Teknik Mencari dan Menulis Berita karaya Ina Ratna Mariani June Koncoro </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />Posted in INFORMASI, JORNAL ILMIAH Tagged: Menulis Berita, Menulis Mudah, Syarat Jadi Wartawan, Wartawan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=31&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2008/11/10/prinsip-prinsip-dasar-yang-harus-diketahui-wartawan-dalam-menulis-berita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KODE ETIK JURNALISTIK KODE ETIK AJI (ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN)</title>
		<link>http://zulhaiban.wordpress.com/2008/11/10/kode-etik-jurnalistik-kode-etik-aji-aliansi-jurnalis-independen/</link>
		<comments>http://zulhaiban.wordpress.com/2008/11/10/kode-etik-jurnalistik-kode-etik-aji-aliansi-jurnalis-independen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 17:52:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaiban bin Cut Hasbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[TIPS AND TRIKS]]></category>
		<category><![CDATA[AJI]]></category>
		<category><![CDATA[Kode Etik Jurnalistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaiban.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[1. Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. 2. Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar. 3. Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya dan kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya. 4. Jurnalis hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya. 5. Jurnalis tidak menyembunyikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=26&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;">1. Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">2. Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">3. Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya dan kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">4. Jurnalis hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya.<span id="more-26"></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">5. Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang perlu diketahui masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">6. Jurnalis menggunakan cara-cara yang etis untuk memperoleh berita, foto dan dokumen.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">7. Jurnalis menghormati hak nara sumber untuk memberi informasi latar belakang, off the record, dan embargo.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">8. Jurnalis segera meralat setiap pemberitaan yang diketahuinya tidak akurat.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">9. Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial, identitas korban kejahatan seksual, dan pelaku tindak pidana di bawah umur.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">10. Jurnalis menghindari kebencian, prasangka, sikap merendahkan, diskriminasi, dalam masalah suku, ras, bangsa, politik, cacat/sakit jasmani, cacat/sakit mental atau latar belakang sosial lainnya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">11. Jurnalis menghormati privasi, kecuali hal-hal itu bisa merugikan masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">12. Jurnalis tidak menyajikan berita dengan mengumbar kecabulan, kekejaman kekerasan fisik dan seksual.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">13. Jurnalis tidak memanfaatkan posisi dan informasi yang dimilikinya untuk mencari keuntungan pribadi.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">14. Jurnalis tidak dibenarkan menerima sogokan.<br />
Catatan: yang dimaksud dengan sogokan adalah semua bentuk pemberian berupa uang, barang dan atau fasilitas lain, yang secara langsung atau tidak langsung, dapat mempengaruhi jurnalis dalam membuat kerja jurnalistik.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">15. Jurnalis tidak dibenarkan menjiplak.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">16. Jurnalis menghindari fitnah dan pencemaran nama baik.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">17. Jurnalis menghindari setiap campur tangan pihak-pihak lain yang menghambat pelaksanaan prinsip-prinsip di atas.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">18. Kasus-kasus yang berhubungan dengan kode etik akan diselesaikan oleh Majelis Kode Etik.</span></p>
<br />Posted in TIPS AND TRIKS Tagged: AJI, Kode Etik Jurnalistik <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulhaiban.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulhaiban.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulhaiban.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulhaiban.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulhaiban.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulhaiban.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulhaiban.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulhaiban.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulhaiban.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulhaiban.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulhaiban.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulhaiban.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulhaiban.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulhaiban.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulhaiban.wordpress.com&amp;blog=3272234&amp;post=26&amp;subd=zulhaiban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaiban.wordpress.com/2008/11/10/kode-etik-jurnalistik-kode-etik-aji-aliansi-jurnalis-independen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>5.546182 95.319054</georss:point>
		<geo:lat>5.546182</geo:lat>
		<geo:long>95.319054</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b03680e9e29a07d8aa890c611c74a595?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulhaiban_bin_cuthasbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
