Indonesia Baru Tanpa Kekerasan dan Diskriminasi di Sepuluh Tahun Reformasi

Sepuluh tahun yang lalu, Indonesia baru saja melakukan pembaharuan dimana otoritas tertinggi Presiden Republik Indonesia saat itu digulingkan dari kursi jabatannya. Seluruh kelompok pemuda, mahasiswa, dan elemen masyarakat lainnya berkumpul untuk merapatkan barisan dan menduduki gedung mewah milik rakyat yang digunakan pejabat – pejabat yang katanya wakil rakyat di DPR RI, tepatnya di senayan, Jakarta. Jatuh pada tanggal 21 Mei 1998, ratusan ribu mahasiswa beserta rakyat yang berkumpul bersama meneriakkan REFORMASI….REFORMASI…REFORMASI, yang merupakan sebuah kata sakti yang menunjukkan demokratisasi terjadi hingga tanpa batas. Ketika itu harapan besar bahwa Indonesia akan menjadi lebih baik akan membekas selamanya di Negara yang beragam suku bangsanya ini.

Gerakkan perlawanan mahasiswa dan rakyat Indonesia sebelumnya sudah dimulai sejak awal abad 20-an. Orang – orang seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, Dr.Tjipto dan tokoh – tokoh lainnya yang membawa perubahan adalah sedikit dari sekian banyak kaum terpelajar Indonesia yang pada akhirnya menjadi founding father dari lahirnya Indonesia. Dimulai dari abad 20, kekuatan – kekuatan gerakkan mahasiswa yang menentang pemerintahan dan menginginkan pembaharuan kembali mucul sebagai bagian perubahan politik yang dilakukan bersama dengan rakyat dan angkatan darat untuk menumbangkan rezim orde lama di tahun 1966, yang kemudian terbentuknya sebuah rezim baru yang bernama Orba (orde baru).

Tiga puluh dua tahun Orde baru berkuasa di Indonesia. Selama kepemimpinannya, mahasiswa dan rakyat merasakan kehidupan yang dipolitisasi oleh rezim orde baru. Beberapa gerakkan mahasiswa melakukan pertentangan kepada rezim orde baru, di tahun 1974 mahasiswa kembali bergerak melakukan perlawanan terhadap Soeharto yang ketika itu menjadi Presiden Indonesia untuk yang kedua kalinya setelah penumbangkan rezim orde lama di tahun 1966. Tetapi, pergerakkan mahasiswa tersebut tidak menghasilkan apa – apa yang dapat menghapuskan otoriter dan system politisasi yang terjadi di pemerintahan, mahasiswa mulai bergejolak untuk melakukan penolakkan Soeharto menjadi Presiden Indonesia untuk yang kedua kalinya. Hingga akhirnya pada tahun 1979 pemerintahan Orde baru memberlakukan NKK/BKK (normalisasi kehidupan kampus) bagi seluruh kampus di Indonesia. Mahasiswa dilarang berpolitik, melakukan aktifitas yang berbau politik, kebebasan intelektual kampus dibatasi, dan control yang kuat terhadap organisasi – organisasi mahasisawa di perketat. Kampus menjadi sebuah penjara untuk berfikir bagi seluruh civitas akademikanya.

Di tahun 80’an, strategi gerakkan mahasiswa mulai mengalami perubahan. Mahasiswa mulai masuk kekantong – kantong rakyat dan mengorganisir kelompok – kelompok tani, kaum buruh, nelayan dan rakyat miskin kota. Kampus merupakan tempat pembelajaran – pembelajaran yang melarang mahasiswa untuk berfikir, dosen menjadi kepala pleton untuk menjaga pasukan – pasukannya. Mahasiswa banyak yang ditangkap dan hilang tanpa ada yang mengetahui, tentara – tentara menguasai kampus. Kehidupan kampus diperiode ini sangat berat dijalani mahasiswa. Pada tahun 90’an, Indonesia hampir menjadi junta militer, setelah rezim orde baru mengambil seluruh institusi Negara dari tangan sipil, dan didominasi oleh tentara. Semua posisi – posisi penting di kementrian, Gubernur, Bupati dan institusi Negara lainnya di kuasai militer khususnya angkatan darat.

Setelah aksi yang terus menerus dilakukan mahasiswa di seluruh Indonesia mulai menghasilkan hasil dari apa yang mereka cita – citakan. Mahasiswa melakukan konsolidasi, komunikasi dan aksi dengan intensitas yang sangat tinggi. Tahun 1997 tepatnya di bulan agustus, Indonesia mengalami krisis ekonomi. Buruknya moral perjabat dan korupsi yang merjalela menyebabkan Indonesia tidak dapat bangkit dari keterpurukkannya sebagai Negara yang dilanda krisis. Pada bulan februari 1998 rupiah mencapai angka terendah hingga Rp.17.200,- per 1$ Amerika. Pemerintah Indonesia akhirnya menyerahkan permasalahan ini terhadap IMF. Ketidakmampuan pemerintah untuk keluar dari krisis ekonomi menunjukkan kepada dunia akan begitu rapuhnya kekuasaaan Orde baru yang selama 32 tahun berkuasa, dan hal ini menjadi salah satu indicator bersatunya mahasiswa dan rakyat menjatuhkan Soeharto. Dari perdebatan – perdebatan yang terjadi di forum – forum diskusi mahasiswa dalam melihat situasi rakyat dan persoalan kenaikkan harga sembako menjadi issue populis yang sangat menarik disaat itu.

Pada awal 1998, bukan hanya mahasiswa dari kota besar yang melakukan demonstrasi, kota – kota kecil yang sebelumbya tidak begitu intens dalam persoalan politik dan kondisi social masyarakat sangat antusias menyambut datangnya kemenangan. Dan akhirnya, 21 mei 1998, Soeharto menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Presiden Indonesia pada siang harinya di Istana Merdeka dan digantikan wakilnya B.J.Habibie. Mahasiswa, kelompok pemuda dan seluruh elemen masyarakat yang mendengar pernyataan Soeharto turun menyambutnya dengan suka cita. Tetapi mahasiswa dan elemen masayarakat lainnya menganggap bahwa perjuangan belum selesai, karena Soeharto belum di adili dan Habibie merupakan penerus dari zaman Orde baru.

Melihat apa yang terjadi beberapa tahun silam, reformasi belum memberikan jawaban apa – apa buat masyarakat atas hak – hak dasar, tindak kekerasan dan diskriminasi yang terjadi di tanah air ibu pertiwi. Konflik bersenjata, dan tindak kekerasan yang terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan di beberapa wiilayah di Indonesia, telah menyebabkan banyak korban perempuan dan anak – anak. Mereka dipaksa untuk meninggalkan tanah kelahirannya, dan menjadi pengungsi di Negerinya sendiri. Masih banyaknya kekerasan tindakkan diskriminatif terhadap hak – hak social khususnya perempuan dan anak – anak merupakan belum adannya pembaharuan yang diperjuangkan oleh reformis ’98. penghormatan terhadap perempuan atas hak – hak social serta kesetaraan terhadap persamaan hak – hak dasar yaitu ekososbud, haruslah segera dipenuhi. Berdasarkan pengamatan, penelitian serta wawancara langsung yang dilakukan sebuah lembaga advokasi perempuan didapat hasil bahwa hampir 80 persen perempuan Indonesia terdiri dari “jablay” yang teraniaya secara mental maupun moral. Artinya, “janda – janda kurang dibelay” yang terperangkap kejenuhan rutinitas hidup segan, mati tak mau, akibat impitan ekonomi yang semakin tak tertahankan, (suara pembaruan – red)

Bagi sebagiaan kalangan, kekerasan, serta pelanggaran HAM serta tindakkan diskriminasi terhadap kaum perempuan merupakan sebuah variable yang menjadikan indicator keberhasilan sepuluh tahun reformasi. Perjuangan reformasi harus dibarengi penghapusan korupsi di seluruh instansi pemerintah , pemahaman dan penguatan masyarakat terhadap hak – hak dasar perempuan dan anak – anak. Dalam rangka peringatan 10 tahun peristiwa kerusuhan Mei 1998, Komnas perempuan telah mengangkat Prof.Dr. Saparinah Saidat.sebagai Pelapor khusus tentang kekerasan seksual yang terjadi Mei 1998. Dan saat ini kasus – kasus yang terjadi haruslah segera diselesaikan secara tuntas, pembentukkan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi untuk memberikan keadilan bagi korban, tindak tegas pelaku kekerasan dalam hak – hak social perempuan dan anak – anak.

Reformasi yang telah berlangsung selama sepuluh tahun bisa memberikan sebuah pembaruan kepada Indonesia. Agar Indonesia Baru yang tanpa Kekerasan dan Diskirminasi dapat kita rasakan setelah ratusan ribu mahasiswa bersama rakyat melakukan sebuah reformasi hingga sampai sekarang.

Iklan
Categories: Opini | Tag: , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Indonesia Baru Tanpa Kekerasan dan Diskriminasi di Sepuluh Tahun Reformasi

  1. Gefragt wurde im Anschluss an Teil 1 letzte Woche,
    ob man gezielte Informationen aus den Neuigkeiten filtern kann.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: