SECERCA HARAPAN YANG HILANG…

Juli 2008, secerca harapan terlukiskan di mimik wajah seorang mahasiswa yang selama 6 bulan memahami dan mempelajari “SKS” yang di tertulis saat rencana studi yang akan diambilnya. Sistem belajar mengajar telah dilewati, saatnya untuk panen hasil dari kerja kerasnya yang ditanam selama satu semester di kertas putih sedikit buram dengan bertandatangankan akan dosen wali dan dirinya.
Uang juga tidak sedikit telah dikeluarkannya untuk memperoleh panen yang baik. bayangkan saja, SPP, photo copy bahan ini, bahan itu, nongrong sana – sini, ongkos angkot ditambah lagi beban pulsa yang dikeluarkannya untuk bertanya kepada teman – temannya, “hari ini ada dosen yang mengajar gak??’, aku masih dirumah nieh”. salah satu ucapan yang sering dilontarkannya kepada teman – teman seperkuliahannya.

Napa kau sobat, tanya teman yang selama ini dekat dengannya. Tapi, dia hanya diam dan sedikit murung dengan wajah yang kurang memiliki kebahagian, seperti bajaj yang udah usang. Aku, aku, aku gak tau, kenapa dosen selalu sentiment ketika mengeluarkan hasil laporan dari kerjaan yang enam bulan ini ku jalani, pembelaan secara tidak langsung telah dilontarkan dari mulutnya. Semester ini, aku sudah belajar dan bekerja keras agar permasalahan kuliah ku membaik, dan bisa memuaskan orangtua ku. tapi, yang kudapat hanya bentuk – bentuk huruf menyerupai sisir yang setiap hari ku pakai di pagi hari ketika hendak kuliah. Hahahaha, tertawa terlontarkan secara tidak sengaja oleh teman bicaranya.
Sory kawan, masalah seperti ituan mungkin hanya bisa diselesaikan oleh dosen yang bersangkutan, kamu bisa coba pertanyakan (complaint) kepada dosen mata kuliah yang memberikan sisir yang harusnya itu dipakai untuk merapikan rambutmu yang berantakkan ketika engkau bangun dipagi hari, sambil tertawa si teman menyampaikan solusi yang semua orang juga sudah tau.

Ya, tapi aku sendiri gak pernah bisa untuk menghargai dosen pembimbing matakuliah ku, setiap kehadirannya aku balas dengan ketidakhadiran ku, setiap tugas yang merupakan kewajiban buatku tidak ku gubris untuk mengerjakan dan mengumpulkannya.
Aduh, sulit tuch berarti teman, aku sendiri kalau menjadi dosen itu, akan ku berikan juga nilai minimal kepada mu, kalau ada abzad terakhir yang bisa ku tuliskan maka itu yang akan kuberikan. “Seteman makin murung, mendengar ucapan kawannya yang bukannya memberikan semangat atau memberikan rasa humor yang akan meringakan beban hidupnya, malah menertawai”.

Dia bingung, apa yang bisa dia katakan kepada orangtua dan adiknya untuk menjadikan contoh yang baik dibidang pendidikan, padahal harapan dan penantian akan keberhasilan akademik yang secara nyata dapat diperlihatkan bisa di berikan kepada orangtua dan adik – adiknya dengan hasil yang membuat mereka tersenyum dan mengatakan ‘ kamu pintar nak’ ayah dan ibu bangga terhadap mu.

Perasaan gundah pun menghampiri sudut – sudut malam yang ada di pikirannya, menyesal akan kebodohan bukan merupakan jawaban. Merenunglah dia, dengan bertemankan bintang yang malam itu menemani malam perenungannya. Goresan – goresan pena yang meredamkan amarahnya, mulai dituliskan dalam selembar kertas putih dengan tinta hitam miliknya yang di beli di toko sebrang sana, sore tadi. Gak lama kemudian, tertidurlah dia seorang ditengah gelapnya malam yang saat itu bintang – bintang di atas langit belum menghilang dari jagat raya. Melupakan sementara hasil perolehan nilai yang didapatnya, dengan secerca harapan yang telah pupus. (b@_2n)

Iklan
Categories: Renungan dan Kisah Inspiratif | Tag: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: